Ternate, Falalamo – Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara, berhasil menciptakan terobosan luar biasa dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis ekonomi kreatif.
Di bawah kepemimpinan Kalsum Hi. M. Saleh, S.Pi, kelurahan ini mampu mengubah tumpukan sampah menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Inovasi ini muncul di tengah darurat sampah nasional yang mencapai 34 juta ton per hari.
Dengan mengusung konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Kalsum bersama warga, khususnya para ibu rumah tangga membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi solusi ekonomi sekaligus lingkungan.
Hasil riset selama 6 hari pada tahun 2024 mengungkap karakteristik sampah di Kelurahan Salero terdiri dari 45% sampah organik, 18% sampah daur ulang, dan 37% residu.
Data ini menjadi fondasi kuat dalam merancang strategi pengelolaan berbasis potensi lokal.
“Permasalahan sampah adalah tanggung jawab bersama. Dari rumah ke masyarakat, dari masyarakat ke pemerintah. Mari kita bergerak bersama mengelola dari hulu ke hilir, hingga sampah bukan lagi masalah, tapi berkah ekonomi,” ujar Kalsum.
Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan kini diolah menjadi kompos berkualitas dan media budidaya maggot yang bernilai jual tinggi.
Program ini tidak hanya mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga.
Sementara itu, sampah plastik yang selama ini menjadi musuh lingkungan kini diubah menjadi aset kreatif.
Warga diajak memilah dan mengolah plastik menjadi produk bernilai ekonomi seperti pot bunga artistik, tas anyaman, gantungan kunci, hiasan dinding, bahkan kursi dari ekobrik.
Warga RT/RW bersama komunitas sadar sampah kini aktif membuat kerajinan rumah tangga dari limbah menggunakan alat sederhana.
Hasilnya tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menambah penghasilan keluarga.
Untuk mengatasi sampah residu seperti sachet dan kemasan sekali pakai, Kelurahan Salero sedang merancang program Toko Isi Ulang.
Program ini bertujuan mendorong masyarakat membawa wadah sendiri saat berbelanja, sehingga penggunaan plastik bisa ditekan sejak dari rumah tangga.
Selain itu, Program pengelolaan sampah ini tidak hanya menyentuh rumah tangga, tetapi juga didorong ke sekolah-sekolah dan komunitas sosial.
Edukasi sejak dini menjadikan generasi muda sadar pentingnya mengelola sampah sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Keberhasilan Kelurahan Salero kini menjadi percontohan nasional, membuktikan bahwa solusi persoalan lingkungan bisa datang dari akar rumput melalui inovasi dan semangat gotong royong.
Warga, terutama ibu-ibu, kini bukan hanya pelaku daur ulang tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif berbasis lingkungan. (*)













