BeritaekonomiKabupaten Halmahera SelatanpasarPemdaPolisi

Sukses Cetak Petani Mandiri, PT Wanatiara Persada Perluas Program Bareng Polres Halsel

×

Sukses Cetak Petani Mandiri, PT Wanatiara Persada Perluas Program Bareng Polres Halsel

Sebarkan artikel ini
Ketua kelompok tani binaan PT Wanatiara Persada, Yusran Dais (Dok, istimewa)

LABUHA, Falalamo – Sektor pertanian di Halmahera Selatan menunjukkan potensi yang menjanjikan dengan nilai transaksi mencapai Rp 24 miliar per bulan.

Angka ini terungkap dari aktivitas perdagangan di Pelabuhan Kupal yang melayani 30-32 kapal setiap bulannya.

Ketua Kelompok Tani Binaan PT Wanatiara Persada, Yusran Dais, mengungkapkan besarnya peluang pasar di wilayah tersebut, Selasa (11/2/2025).

“Permintaan pasar sangat besar, baik untuk sektor lokal maupun industri. Aktivitas perdagangan di Pelabuhan Kupal yang mencapai 30 hingga 32 kapal per bulan dengan nilai transaksi sekitar Rp 24 miliar membuktikan potensi ini,” kata Yusran.

Meski demikian, Yusran mengakui masih ada tantangan dalam rantai pasok yang masih bergantung pada sumber dari luar daerah.

Baca Juga  Operasi Keselamatan Kie Raha 2025, Polda Malut Tekan Angka Kecelakaan

Menurutnya, diperlukan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan produksi di dalam daerah.

“Petani sering dianggap sebagai pekerjaan terakhir jika tidak ada pilihan lain. Padahal, jika kita memahami bahwa investasi berarti menciptakan pasar, kita bisa mengubah pola pikir masyarakat. Ribuan karyawan di sektor pertambangan membutuhkan bahan pangan, dan inilah peluang besar bagi petani,” jelasnya.

Program pembinaan petani yang telah dimulai sejak 2015 ini telah menunjukkan hasil positif.

Dari total 135 petani binaan, 17 di antaranya telah mencapai kemandirian penuh dan mampu mengelola usaha tani secara mandiri.

Keberhasilan program ini didukung oleh berbagai inisiatif, termasuk pengembangan laboratorium dan produksi tanaman bernilai tambah.

Baca Juga  Bikin Bangga! Siswi SMAN 1 Tidore Lolos Paskibraka Nasional

Beberapa produk inovatif yang telah dihasilkan di antaranya madu sari kangkung dan madu sari kurma.

Saat ini, program pembinaan petani tersebut semakin diperkuat dengan adanya kerja sama antara PT Wanatiara Persada dan Polres Halmahera Selatan melalui penandatanganan MoU untuk program pengembangan pertanian bidang ketahanan pangan.

“Kami optimis dengan pendampingan dari PT Wanatiara Persada, para petani lokal akan semakin mandiri dan mampu mengelola usaha tani secara berkelanjutan,” pungkas Yusran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *