Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
InternasionalPeristiwa

Iran Siaga Satu! Sebut Klaim Damai Trump Cuma ‘Kedok’ Serangan Darat

×

Iran Siaga Satu! Sebut Klaim Damai Trump Cuma ‘Kedok’ Serangan Darat

Sebarkan artikel ini
Gambar kolase: Di sisi kiri Donald Trump berpidato di Gedung Putih mengklaim kesepakatan damai; di sisi kanan barisan pasukan militer Iran (Basij) berparade lengkap dengan senjata dan bendera, bersiap menghadapi serangan darat.
Kolase foto ini menampilkan kontradiksi tajam antara Presiden AS Donald Trump (kiri) yang berpidato optimis mengenai kemajuan kesepakatan damai, dan kenyataan di lapangan di mana ratusan pasukan militer Iran (kanan) berparade lengkap dengan senjata di zona gurun, bersiap menghadapi kemungkinan invasi darat AS. Teheran menganggap klaim damai Trump hanyalah "kedok" untuk menyerang. (Gambar: kolase/Falalamo)

falalamo.com – Otoritas Iran merespons dingin klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kemajuan kesepakatan damai.

Teheran justru menarik kesimpulan sebaliknya; setiap kali Trump bicara soal perdamaian, hal itu menjadi sinyal kuat bahwa eskalasi perang besar segera meletus.

Melansir laporan Al Jazeera, Senin (30/3/2026), para pejabat Iran kini mengabaikan narasi diplomasi Washington dan memilih fokus penuh pada persiapan menghadapi kemungkinan invasi darat militer AS.

Pihak Iran menilai pujian Trump yang menyebut Teheran sebagai “pihak yang masuk akal” hanyalah taktik manipulatif.

Mereka membaca mentalitas pemerintahan Trump sebagai pola yang berbahaya: memuji sebelum menghantam.

Alih-alih memantau perkembangan diplomasi di Islamabad, militer Iran kini memperketat penjagaan di seluruh perbatasan.

Baca Juga  Israel Klaim Tewaskan Bos Keamanan Nasional Iran Ali Larijani

Teheran memprediksi intensifikasi perang akan terjadi justru saat Trump sibuk sesumbar soal kesepakatan di depan media.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melayangkan peringatan keras kepada Gedung Putih.

Ia menegaskan bahwa pengerahan pasukan darat ke tanah Iran hanya akan menyeret Amerika ke dalam perang yang berkepanjangan dan mematikan.

“Pengerahan pasukan darat berarti perang panjang. Ini akan menjadi skenario terburuk bagi Trump menjelang pemilihan paruh waktu,” tegas Ghalibaf.

Iran menyadari betul bahwa perang ini sangat tidak populer di mata publik Amerika dan belum mendapatkan restu dari Kongres AS.

Namun, mereka tetap bersiap untuk konfrontasi fisik yang paling brutal.

Teheran mengklaim memiliki posisi tawar yang setara jika Amerika nekat melakukan invasi darat.

Baca Juga  Isak Tangis Pecah di Teheran, Iran Gelar Pemakaman Massal Siswi Korban Serangan AS-Israel

Iran telah menyiagakan ratusan ribu pasukan reguler yang didukung oleh ratusan ribu pasukan paramiliter Basij.

Para pejabat militer Iran menyatakan bahwa seluruh elemen kekuatan rakyat siap membela kedaulatan negara.

Mereka memperingatkan Trump bahwa invasi darat hanya akan menghasilkan tumpukan peti mati tentara Amerika, yang pada akhirnya akan menghancurkan karier politik sang Presiden di dalam negeri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *