falalamo.com – Otoritas kesehatan di Jalur Gaza kembali mengumumkan lonjakan mengerikan jumlah korban akibat agresi militer Israel yang tak kunjung surut.
Dilansir dari Al Jazeera, Kemenkes Palestina menegaskan bahwa angka kematian warga Gaza kini resmi melampaui 72.938 jiwa sejak perang genosida ini pecah pada 7 Oktober 2023 lalu.
Selain korban tewas yang terus berjatuhan, pihak kementerian juga mencatat sebanyak 172.919 warga Gaza mengalami luka-luka.
Gelombang serangan udara dan darat Israel masih menjadi penyebab utama masifnya angka fatalitas di daerah kantong terisolasi tersebut.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa kesepakatan damai tidak berjalan mulus.
Sejak status “gencatan senjata” resmi berlaku pada 11 Oktober, rentetan serangan militer Israel nyatanya tetap merenggut 929 nyawa warga Palestina dan melukai 2.811 orang lainnya.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, berbagai rumah sakit di seantero Jalur Gaza menerima tujuh jenazah korban baru.
Laporan medis merinci enam korban tewas seketika akibat bom kiriman Israel baru-baru ini, sementara satu korban lain mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melewati masa kritis.
Tim penyelamat juga langsung melarikan 25 warga yang terluka ke berbagai fasilitas medis yang tersisa.
Meskipun Israel terus melancarkan provokasi, tim penolong lokal memanfaatkan momentum jeda pertempuran terbatas ini untuk mempercepat evakuasi.
Petugas kemanusiaan berhasil menemukan sedikitnya 781 jenazah yang tertimbun di bawah puing-puing bangunan selama periode gencatan senjata tersebut.
Hingga detik ini, tim penyelamat terus menyisir zona-zona konflik yang sebelumnya mustahil mereka akses.
Kerusakan infrastruktur yang masif dan ancaman operasi militer Israel di masa lalu sempat menghambat proses pencarian ratusan warga yang masih dinyatakan hilang. (*)













