Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
InternasionalOlahragaPeristiwa

AS Beri Perlakuan Diskriminatif ke Iran di Piala Dunia 2026: Ini Titik Gelap Sejarah!

×

AS Beri Perlakuan Diskriminatif ke Iran di Piala Dunia 2026: Ini Titik Gelap Sejarah!

Sebarkan artikel ini
Iran telah memindahkan basis pelatihan mereka dari Arizona ke Tijuana di Meksiko
Iran telah memindahkan basis pelatihan mereka dari Arizona ke Tijuana di Meksiko (Foto: Reuters)

falalamo.com – Ketegangan hebat membakar atmosfer Piala Dunia 2026 di luar lapangan hijau.

Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeyni, mengecam keras pihak penyelenggara turnamen karena memberikan perlakuan buruk dan diskriminatif terhadap skuad negaranya. Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (20/6/2026),

Mombeyni bahkan melabeli insiden memalukan ini sebagai ‘titik gelap’ dalam sejarah panjang Piala Dunia.

Perselisihan tajam ini saat Timnas Iran, yang memilih bermarkas di Meksiko selama turnamen, meminta izin untuk terbang ke Amerika Serikat (AS) dua hari sebelum laga krusial melawan Belgia di Los Angeles.

Manajemen Iran sengaja mengajukan permohonan tersebut agar para pemain bisa beradaptasi karena pertandingan bakal kick-off pada siang hari waktu setempat.

Baca Juga  Iran Janji Lindungi Warga China di Tengah Gempuran AS-Israel

Namun, otoritas terkait justru menolak mentah-mentah permintaan jadwal penerbangan tersebut.

Mombeyni menilai panitia penyelenggara telah mencederai nilai-nilai sportivitas global melalui pembatasan sepihak tersebut.

“Ini adalah turnamen internasional besar. Pelanggaran terhadap aturan dan kesepakatan kita seperti ini, menurut saya, mempertanyakan jati diri sepak bola itu sendiri,” tegas Mombeyni dengan nada kecewa.

Pemerintah Amerika Serikat tidak tinggal diam dan langsung membantah keras tuduhan miring dari federasi sepak bola Iran tersebut.

Mereka berdalih tidak pernah melakukan diskriminatif atau pelanggaran aturan secara sengaja untuk merugikan tim lawan.

Kepala Gugus Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengklaim pihaknya sudah menginformasikan aturan imigrasi tersebut kepada manajemen Iran jauh-jauh hari.

Baca Juga  Kadis DLH Halsel Akui Keterbatasan Armada Penyebab Sampah Menumpuk di Labuha

Giuliani menegaskan bahwa pemerintah AS hanya memberikan izin masuk bagi skuad Iran satu hari sebelum pertandingan bergulir, sesuai dengan regulasi protokoler yang berlaku sejak awal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *