falalamo.com – Ketegangan hebat membakar atmosfer Piala Dunia 2026 di luar lapangan hijau.
Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeyni, mengecam keras pihak penyelenggara turnamen karena memberikan perlakuan buruk dan diskriminatif terhadap skuad negaranya. Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (20/6/2026),
Mombeyni bahkan melabeli insiden memalukan ini sebagai ‘titik gelap’ dalam sejarah panjang Piala Dunia.
Perselisihan tajam ini saat Timnas Iran, yang memilih bermarkas di Meksiko selama turnamen, meminta izin untuk terbang ke Amerika Serikat (AS) dua hari sebelum laga krusial melawan Belgia di Los Angeles.
Manajemen Iran sengaja mengajukan permohonan tersebut agar para pemain bisa beradaptasi karena pertandingan bakal kick-off pada siang hari waktu setempat.
Namun, otoritas terkait justru menolak mentah-mentah permintaan jadwal penerbangan tersebut.
Mombeyni menilai panitia penyelenggara telah mencederai nilai-nilai sportivitas global melalui pembatasan sepihak tersebut.
“Ini adalah turnamen internasional besar. Pelanggaran terhadap aturan dan kesepakatan kita seperti ini, menurut saya, mempertanyakan jati diri sepak bola itu sendiri,” tegas Mombeyni dengan nada kecewa.
Pemerintah Amerika Serikat tidak tinggal diam dan langsung membantah keras tuduhan miring dari federasi sepak bola Iran tersebut.
Mereka berdalih tidak pernah melakukan diskriminatif atau pelanggaran aturan secara sengaja untuk merugikan tim lawan.
Kepala Gugus Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengklaim pihaknya sudah menginformasikan aturan imigrasi tersebut kepada manajemen Iran jauh-jauh hari.
Giuliani menegaskan bahwa pemerintah AS hanya memberikan izin masuk bagi skuad Iran satu hari sebelum pertandingan bergulir, sesuai dengan regulasi protokoler yang berlaku sejak awal. (*)













