falalamo.com – Pemerintah Iran menyatakan komitmen penuh untuk menjaga keselamatan warga negara China yang berada di wilayahnya.
Hal ini disampaikan di tengah rentetan serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel ke berbagai wilayah Iran dalam beberapa hari terakhir.
Dilansir Al Jazeera, Selasa (3/3/2026), Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah melakukan pembicaraan telepon khusus dengan Menlu China, Wang Yi.
Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi menegaskan bahwa Teheran akan melakukan upaya terbaiknya (utmost) untuk memproteksi warga asing, khususnya warga China.
“Menlu Abbas Araghchi mengadakan panggilan telepon dengan Wang Yi dari China di tengah serangan Israel-AS ke Iran,” tulis laporan Al Jazeera.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran internasional terkait keselamatan warga sipil asing di Iran.
Sebelumnya, pemerintah China telah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel advisory) dan mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Iran seiring memburuknya situasi keamanan pasca tewasnya pemimpin tertinggi Iran.
Pihak Teheran meyakinkan Beijing bahwa otoritas keamanan setempat terus memantau titik-titik konsentrasi warga asing untuk mencegah jatuhnya korban sipil akibat gempuran proyektil maupun serangan udara.
Di sisi lain, Menlu China Wang Yi menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer yang terjadi.
China kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Iran, serta menyerukan semua pihak untuk menahan diri guna menghindari perang regional yang lebih luas.
Hingga saat ini, proses evakuasi warga asing dari Iran dilaporkan terus berjalan melalui jalur udara terbatas dan rute darat menuju negara-negara tetangga, di tengah upaya Iran menutup wilayah perairannya seperti Selat Hormuz. (*)
Sumber Berita: Al Jazeera News (Edisi 3 Maret 2026)













