falalamo.com – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mengecam keras kesepakatan Iran yang dirancang oleh rival politiknya, Donald Trump.
Obama menilai kesepakatan teranyar tersebut menghasilkan kondisi yang jauh lebih buruk bagi stabilitas global daripada era sebelumnya.
Media Al Jazeera melaporkan pada Sabtu (20/6/2026), tokoh yang meneken perjanjian nuklir masa lalu dengan Teheran itu melayangkan kritik tajam secara terbuka.
Obama meluapkan pandangan miringnya melalui wawancara eksklusif bersama saluran televisi NBC.
Obama sangat menyesalkan keputusan Washington yang memilih jalur konfrontasi bersenjata dengan Teheran selama ini.
Ia menyebut perang tersebut hanya membuang anggaran negara secara sia-sia serta mengorbankan banyak nyawa prajurit.
“Kita telah berperang, menghabiskan miliaran dolar, dan memberikan tekanan yang sangat besar pada militer kita. Banyak orang telah meninggal,” cetus Obama kepada pembawa acara TODAY NBC, Craig Melvin, yang tayang pada Jumat kemarin.
Obama merasa konflik bersenjata ini hanya membawa kedua negara kembali ke titik awal sebelum ketegangan meletus, namun dengan situasi yang sedikit lebih parah.
Meski melempar kritik pedas, ia mengaku sangat gembira melihat perkembangan gencatan senjata saat ini dan berharap perdamaian tersebut bertahan lama di kawasan Teluk.
Tokoh peraih Nobel Perdamaian itu juga mempertanyakan motif utama pemerintahan Trump yang nekat mengobarkan perang dengan Iran.
Obama mengingatkan kembali bahwa pakta kesepakatan nuklir rancangan pemerintahannya dahulu telah berhasil mengikat komitmen Iran untuk tidak memproduksi senjata pemusnah massal.
Pada akhir wawancara, Obama menuding keputusan sepihak Gedung Putih yang menarik diri dari perjanjian orisinal tersebut sebagai akar masalah dari seluruh kekacauan ini.
Menurutnya, langkah keliru dari pemerintahan Trump justru memicu Iran untuk mengembangkan kembali kapasitas teknologi nuklir yang jauh lebih masif dan agresif. (*)













