Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
InternasionalPeristiwa

Trump Ancam Serang Iran Lagi usai Teheran Tutup Selat Hormuz

×

Trump Ancam Serang Iran Lagi usai Teheran Tutup Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Wakil Presiden Vance tiba di Swiss untuk melakukan pembicaraan damai dengan Iran.
Wakil Presiden AS JD Vance (kiri) berjabat tangan dengan delegasi dalam pertemuan di Buergenstock, Swiss, Minggu (21/6). Pertemuan ini digelar di tengah ancaman Presiden Donald Trump untuk kembali menyerang Iran. (Foto: Reuters)

falalamo.com – Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Minggu (21/6).

Ancaman ini muncul bersamaan dengan pertemuan Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi Iran yang menggelar pembicaraan perdana di bawah kesepakatan damai yang baru disepakati.

Trump melontarkan ancaman tersebut lewat unggahan di media sosial. Ia menuntut Iran segera menghentikan kelompok proksi mereka di Lebanon.

“Iran harus segera menghentikan para PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya saja lebih keras lagi!!!” tulis Trump.

Iran sebelumnya mengumumkan kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (20/6). Teheran beralasan Washington gagal memenuhi komitmennya untuk menghentikan pertempuran di Lebanon.

Perundingan Digelar di Resor Mewah Swiss

Delegasi AS dan Iran bertemu di resor pegunungan Buergenstock, Swiss, yang dimiliki mediator Qatar.

Laporan Reuters menyebut Pertemuan ini menjadi yang pertama kali digelar berdasarkan nota kesepahaman yang disepakati seminggu sebelumnya.

Nota kesepahaman tersebut menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz serta penghentian seluruh permusuhan, termasuk di Lebanon yang diinvasi Israel sejak Maret lalu.

Baca Juga  Iran: Jatuhnya F-35 AS Hanyalah 'Kejutan' Awal untuk Trump dan Israel

Vance mengecilkan dampak kekerasan yang masih berlangsung di Lebanon. Ia mengklaim kemajuan telah dicapai dalam beberapa hari terakhir untuk mengakhiri permusuhan di sana.

“Hal-hal seperti ini selalu sedikit berantakan,” kata Vance.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan pembicaraan pada Minggu hanya berlangsung satu hari.

Ia menyebut pertemuan tersebut hanya membahas implementasi memorandum, bukan isu substantif seperti program nuklir Iran, lantaran Washington gagal menjamin gencatan senjata di Lebanon.

Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Anjlok Drastis

Pejabat AS membantah klaim Iran soal penutupan kembali Selat Hormuz. Namun data pengiriman komersial menunjukkan dampak nyata di lapangan.

Hanya satu kapal tanker kecil yang tercatat melintasi selat dengan transponder aktif setelah pengumuman Iran.

Jumlah ini anjlok dibandingkan puluhan kapal yang melintas dalam beberapa hari sebelumnya, saat lalu lintas mulai pulih ke level sebelum perang.

Kantor berita Fars Iran mengutip sumber militer yang menyebut tidak ada izin baru yang dikeluarkan bagi kapal yang hendak melintasi selat hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Baca Juga  Ghalibaf Sebut Propaganda 'Berita Palsu' Trump Tak Mempan Lagi Buat Iran

Banyak perusahaan pelayaran sepanjang perang menilai terlalu berbahaya berlayar melalui selat tanpa izin Iran.

Penutupan selat yang berlangsung hampir empat bulan ini sebelumnya memicu gangguan terbesar terhadap pasokan energi global dalam sejarah.

Iran Tetap Tuntut Manfaat Ekonomi

Iran menegaskan tahap selanjutnya dari perundingan, termasuk soal program nuklir, tidak akan dimulai sebelum pertempuran di Lebanon benar-benar berakhir.

Teheran juga menuntut manfaat ekonomi yang telah dijanjikan segera direalisasikan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan optimisme bahwa perundingan dengan AS bisa menjadi landasan kuat bagi pertumbuhan ekonomi negaranya.

Ia menyebut pemulihan akses terhadap sebagian sumber daya keuangan Iran sebagai capaian awal dari negosiasi.

Memorandum kesepakatan memperkirakan proses perundingan berlangsung selama 60 hari.

Isu yang dibahas mencakup pembatasan program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Sebelum berangkat ke Swiss, Vance sempat menyampaikan harapannya kepada wartawan untuk mencapai kemajuan baik dalam isu nuklir maupun gencatan senjata di Lebanon.

Pasar Minyak Bersiap Bergejolak Senin

Pengumuman penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran terjadi saat akhir pekan ketika pasar tutup.

Kondisi ini menunda dampak langsung terhadap harga minyak hingga perdagangan dibuka Senin.

Baca Juga  Jerman Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Langgar Hukum Internasional

Trump sebelumnya mengklaim menyetujui nota kesepahaman pekan lalu untuk mencegah depresi ekonomi global akibat lonjakan harga minyak.

Harga minyak dilaporkan anjlok ke level terendah sepanjang perang dalam sepekan terakhir.

Diketahui, Invasi Israel ke Lebanon sejak Maret telah memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka.

Otoritas Lebanon mencatat 20 orang tewas akibat serangan pada Sabtu, meski tidak ada laporan kekerasan besar pada Minggu pagi.

Tim penyelamat di Lebanon selatan terlihat mengevakuasi korban luka dari lokasi serangan Israel pada Sabtu.

Sejumlah kota dan desa di kawasan tersebut dilaporkan hancur menjadi reruntuhan, kondisi yang menurut warga setempat menyerupai Jalur Gaza.

Pihak militer Lebanon menyebut unit khusus masih bekerja membongkar bom-bom Israel yang belum meledak, dengan berat mencapai 1.000 hingga 2.000 pon, yang tersebar di berbagai kota di selatan negara itu.

Di tengah situasi tersebut, jurnalis Reuters di Lebanon selatan mencatat lalu lintas terpadat sejak nota kesepahaman ditandatangani.

Warga mulai kembali ke rumah-rumah yang mereka tinggalkan, dengan sebagian melambaikan bendera Hizbullah di tengah kemacetan jalan raya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *