LABUHA, falalamo.com – Ketua Pemuda BAM Maulana MPM Djamal Syah meminta pemerintah desa di sepanjang Kali Inggoi, Bacan, Halmahera Selatan (Halsel), segera memasang rambu peringatan dan larangan mandi di sungai tersebut.
Permintaan ini menyusul ditemukannya jenazah Affan (10), korban serangan buaya, pada Kamis (18/12/2025).
Maulana mengatakan, Kali Inggoi merupakan jalur aktivitas warga setiap hari sehingga rambu bahaya sangat diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
“Kali Inggoi ini jalur aktivitas warga setiap hari. Setelah kejadian ini, rambu bahaya perlu dipasang agar masyarakat lebih waspada,” kata Maulana, Kamis (18/12/2025).
Ia menyebut, keberadaan buaya di Kali Inggoi bukan hal baru bagi warga setempat.
Sebagai warga yang tinggal di wilayah tersebut sejak kecil, Maulana mengaku sudah lama mengetahui keberadaan reptil berbahaya itu.
“Saya sejak kecil sampai besar tinggal di wilayah ini. Dari dulu memang sudah dikenal ada buaya di Kali Inggoi,” ujarnya.
Selain meminta pemasangan rambu, Maulana juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, khususnya sisa makanan dan bangkai hewan.
Menurutnya, kebiasaan ini dapat menarik buaya mendekati permukiman.
“Kalau sampah makanan dibuang ke sungai, buaya bisa terbiasa mendekat. Ini yang harus dihentikan,” tegasnya.
Sebelumnya, Affan ditemukan tewas setelah dilaporkan diterkam buaya saat mandi di Sungai Inggoi, Desa Amasing Kota Utara, Kecamatan Bacan, pada Selasa (16/12/2025) sore.
Tim gabungan SAR, TNI-Polri, dan masyarakat melakukan pencarian selama dua hari sebelum akhirnya menemukan korban. (*)












