Tidore, falalamo.com – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, angkat bicara menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Jawaban ini disampaikan langsung dalam Rapat Paripurna ke-10 Masa Persidangan III di Gedung DPRD Kota Tidore, Senin (13/7/2026).
Rapat krusial ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Ridwan Moh. Yamin, serta dihadiri Ketua DPRD Ade Kama dan 22 anggota legislatif.
Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Sekda Ismail Dukomalamo, beserta jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD juga tampak memadati ruangan.
Mengawali pidatonya, Muhammad Sinen memberi apresiasi tinggi kepada seluruh fraksi DPRD Tidore.
Ia berterima kasih karena legislatif telah menerima, menyetujui, dan mendukung Ranperda tersebut untuk dibahas ke tahapan selanjutnya.
“Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendorong kemandirian fiskal adalah langkah strategis kami. Ini demi mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” tegas Muhammad Sinen di hadapan forum.
Pria yang akrab disapa Ayah Erik ini membeberkan jurus jitu Pemkot Tidore dalam menggenjot pendapatan daerah.
Pihaknya kini gencar melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber PAD.
Strategi tersebut meliputi pemutakhiran data objek pajak, memperketat pengawasan kepatuhan wajib pajak, hingga memaksimalkan pengelolaan aset daerah agar menyumbang kontribusi yang lebih besar.
Tak hanya itu, Pemkot Tidore juga mulai tancap gas menerapkan digitalisasi sistem pembayaran.
“Kami berkomitmen memperluas sistem pembayaran elektronik. Ini bagian dari transformasi tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, efektif, dan efisien,” lanjutnya.
Terkait belanja daerah, orang nomor satu di Tidore ini memastikan setiap rupiah yang keluar harus memberikan manfaat nyata dan langsung dirasakan oleh rakyat.
Anggaran belanja diprioritaskan untuk sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, hingga perlindungan sosial.
Di akhir pidatonya, Muhammad Sinen meminta agar sinergi dan kolaborasi yang mesra antara Pemkot dan DPRD Tidore Kepulauan terus terjaga dalam semangat kemitraan yang sejajar.
“Dengan kebersamaan, setiap kebijakan yang lahir akan semakin berkualitas, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan mampu mendorong kesejahteraan warga Tidore secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)












