falalamo.com – Gintang Mahadijun La Oni membuktikan bahwa asal daerah bukanlah penghalang untuk mengguncang dunia.
Pemuda yang akrab disapa Tang ini baru saja resmi dikukuhkan sebagai lulusan Master of Education di Texas A&M University, Amerika Serikat, dengan prestasi yang bikin geleng-geleng kepala: IPK Sempurna 4,00.
Prosesi wisuda digelar di Reed Arena, Texas A&M University, pada Rabu (17/12/2025) waktu setempat.

Tang, yang merupakan putra daerah dari wilayah afirmasi Indonesia Timur, berhasil menyelesaikan studinya lebih cepat dari waktu normal.
Tang memulai perjalanan akademisnya di Negeri Paman Sam pada Agustus 2024 melalui beasiswa penuh LPDP dari Kementerian Keuangan.
Meski menempuh studi di salah satu kampus terbaik di Texas, anak kedua dari pasangan La Oni dan Wa Tati ini hanya butuh waktu 1 tahun 5 bulan untuk lulus—jauh lebih singkat dari durasi reguler 2 tahun.
“Setiap orang memiliki jatah gagal sekaligus kesempatan yang sama. Habiskan jatah gagal itu, lalu gunakan kesempatan untuk terus berproses dalam meraih mimpi kalian,” ujar Tang dalam keterangannya.
Perjalanan Tang tidaklah instan. Di awal perkuliahan, ia sempat berjuang keras beradaptasi dengan lingkungan dan sistem pendidikan di Amerika.
Namun, lewat strategi belajar disiplin, ia justru berhasil menyapu bersih seluruh mata kuliah dengan nilai sempurna.
Keberhasilan Tang memicu rasa bangga luar biasa dari tanah air, khususnya dari tempatnya mengabdi sebelum berangkat ke Amerika.
Direktur LPK Binari Labuha, Zunaidi Salmin, memberikan apresiasi setinggi langit atas pencapaian mantan instrukturnya tersebut.
Zunaidi menyebut Tang sebagai sosok teladan yang memiliki etos kerja tinggi.
Diketahui, Tang sempat mengajar selama kurang lebih 4 tahun di LPK Binari sebelum akhirnya terbang mengejar gelar master.
“Kami sangat bangga dan tidak terkejut dengan pencapaian ini. Mr. Gintang memang sosok yang gigih. Apa yang ia raih di Texas adalah bukti nyata bahwa kualitas pengajar kita mampu bersaing di level internasional. Ini adalah motivasi besar bagi seluruh siswa di LPK Binari dan pemuda Halmahera Selatan,” ungkap Zunaidi.
Kisah Tang menjadi oase inspirasi bagi generasi muda di wilayah timur Indonesia.
Ia membuktikan bahwa keterbatasan akses atau latar belakang daerah bukan alasan untuk berhenti bermimpi setinggi langit.
Dengan kerja keras, dukungan beasiswa, dan doa, Tang menunjukkan bahwa anak daerah pun bisa berdiri tegak di podium salah satu universitas bergengsi di Amerika Serikat.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi ribuan “Tang” lainnya di pelosok nusantara. (*)













