falalamo.com – Pemerintah Iran merilis data mengejutkan terkait dampak serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
Teheran menuding pasukan koalisi telah menghantam hampir 10.000 lokasi sipil di seluruh penjuru negeri.
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (11/3/2026), Kementerian Dalam Negeri Iran merinci setidaknya ada 9.842 lokasi sipil yang terdampak pemboman.
Lokasi tersebut meliputi kawasan pemukiman, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga infrastruktur energi vital.
Pemerintah Iran menyebut serangan masif ini sebagai bentuk strategi “bumi hangus”. Menurut Teheran, AS dan Israel sengaja menyasar fasilitas publik untuk melumpuhkan moral penduduk sipil di tengah krisis perang.
Hingga hari ini, pejabat kesehatan Iran melaporkan jumlah korban tewas dari kalangan warga sipil telah melampaui angka 1.500 jiwa.
Rumah sakit di kota-kota besar seperti Teheran dan Isfahan dikabarkan kewalahan menangani ribuan korban luka akibat intensitas bom yang terus meningkat.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump membantah keras tudingan tersebut. Dalam pernyataan terbarunya, Trump bersikeras bahwa militer AS hanya membidik fasilitas militer dan infrastruktur yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Sementara itu, badan-badan internasional mulai menyuarakan alarm bahaya terkait bencana kemanusiaan di Iran.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga mulai berbondong-bondong meninggalkan Teheran menuju daerah pedesaan untuk mencari perlindungan.
Sirene serangan udara pun masih terus berbunyi berkala di pusat kota, sementara kepulan asap hitam masih terlihat di beberapa distrik pinggiran kota. (*)












