Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKota TernateMaluku UtaraPemdaPendidikanPeristiwa

Warga Salero Protes Seleksi Zonasi SMAN 8 Ternate, Cium Aroma Kongkalikong

×

Warga Salero Protes Seleksi Zonasi SMAN 8 Ternate, Cium Aroma Kongkalikong

Sebarkan artikel ini
SMAN 8 kota Ternate
Radarfoto/Dok.Net

Ternate, falalamo.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online tahun 2026 di SMAN 8 Kota Ternate menuai protes.

Warga Kelurahan Salero, Kecamatan Kota Ternate Utara, melayangkan protes setelah menemukan kejanggalan dalam hasil pemantauan seleksi jalur domisili (zonasi).

Masyarakat setempat bingung lantaran sejumlah calon siswa yang nyata-nyata berdomisili di Kelurahan Salero (tempat sekolah unggulan itu berdiri) justru terlempar ke urutan di atas 40.

Sebaliknya, posisi puncak seleksi jalur domisili ini malah dikuasai oleh calon siswa yang berasal dari luar kelurahan.

Kondisi karut-marut ini langsung memicu pertanyaan terkait transparansi dan keadilan proses seleksi.

Warga mencium adanya ketidaksesuaian data yang manipulatif, terutama mengenai akurasi pengukuran jarak tempat tinggal calon siswa dengan pihak sekolah.

Baca Juga  Kongkalikong DPRD Halsel dalam Persetujuan Pinjaman SMI Rp 150 Miliar

Salah seorang warga Salero yang meminta identitasnya dirahasiakan mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara untuk segera melakukan evaluasi total.

“Kami meminta Dikbud Malut membuka secara transparan mekanisme penentuan peringkat ini. Aparat Penegak Hukum (APH) juga harus segera mengawasi dan mengusut jika ada indikasi manipulasi data oleh oknum tertentu,” tegasnya kepada media ini, Minggu (28/6/2026).

Selain itu, Sebagian warga yang telanjur kecewa bahkan mengancam akan memblokir total akses jalan menuju SMAN 8 Kota Ternate jika proses penerimaan ini terbukti curang dan tidak berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Menanggapi tudingan miring tersebut, Kepala SMAN 8 Kota Ternate, Dra. Munira Assagaf, M.Pd, langsung angkat bicara. Munira menegaskan bahwa pihak sekolah sama sekali tidak terlibat dalam proses utak-atik seleksi SPMB Online.

Baca Juga  M1G Maluku Utara Serukan Harmoni dan Perdamaian di Hari Buruh

“Seluruh kepanitiaan dan admin berada di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara. Sekolah tidak memiliki kewenangan dalam proses tersebut dan hanya menerima hasil akhir dari tim seleksi,” cetus Munira saat dikonfirmasi.

Kendati pihak sekolah telah mengklarifikasi posisi mereka, desas-desus mengenai adanya ‘kongkalikong’ oknum dinas demi kepentingan sesaat tetap menguat di kalangan wali murid.

Terlebih lagi, SMAN 8 selama ini menyandang status sebagai sekolah unggulan yang paling diburu di wilayah Kota Ternate.

Di tengah memanasnya protes warga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara sebenarnya tengah memberlakukan perpanjangan jadwal pelaksanaan SPMB Online 2026.

Berdasarkan data resmi maklumat Dikbud Malut, proses pendaftaran untuk Jalur Domisili dan Jalur Mutasi ini dijadwalkan berakhir tepat pada hari ini, Minggu, 28 Juni 2026.

Baca Juga  Harita Nickel dan IWIP Hadiri Konferensi Iklim Dunia di Brazil, Aktivis: Cuci Tangan dari Dosa Emisi

Sementara itu, pengumuman hasil kelulusan untuk jalur domisili ini baru akan diterbitkan secara daring pada Selasa, 30 Juni 2026 mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *