Labuha | Falalamo – Ratusan desa di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan minyak tanah bersubsidi.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Halsel mengungkapkan beberapa wilayah seperti Gane Timur Selatan, Obi belakang, dan kepulauan Joronga menjadi daerah yang paling terdampak.
“Ada beberapa desa di Halsel yang masih kesulitan mendapatkan minyak tanah. Contohnya, desa-desa yang berada di wilayah Gane Timur Selatan, Obi belakang dan kepulauan Joronga,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Halsel, Nurbaiti Karmila kepada wartawan, Rabu (15/1/2025).
Nurbaiti menjelaskan, kuota minyak tanah subsidi dari pemerintah hanya mampu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat Halsel.
Kondisi geografis Halsel yang merupakan wilayah kepulauan dengan akses transportasi terbatas turut mempersulit distribusi.
Beberapa desa terpencil bahkan sering tidak mendapatkan pasokan minyak tanah secara rutin.
Hal ini menyebabkan kesenjangan dalam pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga.
Menghadapi persoalan ini, Pemkab Halsel telah menyiapkan solusi.
Nurbaiti menyebut pihaknya akan mendistribusikan ulang minyak tanah dari wilayah yang memiliki kelebihan kuota ke desa-desa yang belum mendapatkan pasokan.
“Pak Bupati (Hasan Ali Bassam Kasuba) memerintahkan agar minyak tanah yang berlebih di wilayah tertentu disuplai ke desa-desa yang belum mendapatkan jatah,” pungkasnya. (*)













