Tidore, falalamo.com – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menyisir sejumlah titik vital untuk memantau penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pembatasan aktivitas pada hari Jumat.
Memasuki minggu kedua, jajaran pejabat Pemkot Tidore mengecek langsung tingkat kepatuhan warga di kawasan pasar, toko, hingga pelabuhan, Jumat (18/9/2026).
Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain, memimpin langsung tim pemantau yang terdiri dari para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, serta pimpinan OPD terkait.
Taher mengungkapkan mayoritas warga kini mulai memahami dan menjalankan kebijakan pembatasan aktivitas tersebut.
”Untuk informasi terkait Perwali itu masyarakat sebenarnya sudah rata-rata mengetahui. Cuman ada beberapa titik khususnya pasar,” ujar Taher Husain di sela-sela pemantauan.
Taher menjelaskan kawasan pasar tradisional masih menjadi perhatian khusus karena lapak bagian luar masih memperlihatkan keramaian.
Pihaknya turun langsung memberikan imbauan dan edukasi kepada para pedagang agar mematuhi kesepakatan bersama selama masa uji coba empat minggu.
”Kita memberikan ikhtiar kepada seluruh pedagang bahwa kita akan melakukan pemantauan selama empat minggu. Empat minggu ke depan akan kita evaluasi untuk mencari alternatif lain. Tapi kalau selama empat minggu ini sudah taat, maka aturan ini tetap berjalan,” tegasnya.
Sebaliknya, kondisi di titik-titik pusat pertokoan, gerai modern, hingga pelabuhan terpantau kondusif dan tertib.
Taher memberi apresiasi kepada para pemilik toko yang bahkan sudah menghentikan operasional sejak pukul 10.00 WIT, serta area terminal penumpang yang terpantau sengang.
Sementara untuk sektor pelayanan kesehatan, Pemkot Tidore tengah merumuskan koordinasi teknis lebih lanjut agar pelayanan rumah sakit tetap berjalan optimal meski berbatasan dengan hari libur Sabtu. (*)












