Kabupaten Halmahera SelatanMaluku UtaraPemprovPeristiwa

​Geger Dugaan Jual Beli Bantuan Nelayan di Obi, Ketua Kelompok dan Kades Buka Suara

×

​Geger Dugaan Jual Beli Bantuan Nelayan di Obi, Ketua Kelompok dan Kades Buka Suara

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi

Obi, falalamo.com – Dugaan penyelewengan bantuan alat tangkap ikan di Desa Madapolo Timur, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, memicu keresahan warga.

Bantuan kapal fiber yang bersumber dari anggaran pemerintah diduga diperjualbelikan oleh oknum ketua kelompok nelayan.

​Keresahan itu diungkapkan salah seorang warga setempat, Sabrin Taibi. Ia melaporkan praktik jual-beli bantuan yang diduga dilakukan oleh Ketua Kelompok Nelayan Madapolo Timur Indah, La Sarno La Jiwa.

​Sabrin membeberkan, La Sarno sebelumnya menerima bantuan satu unit bodi (perahu) fiber lengkap dengan mesin 15 PK pada tahun 2021.

Bantuan tersebut diduga telah dijual oleh yang bersangkutan.

​Anehnya, pada periode 2026 ini, oknum tersebut dikabarkan kembali mendapat alokasi bantuan baru dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).

​”Ini membuat ketersinggungan bagi nelayan yang ada di Desa Madapolo. Bantuan sebelumnya dijual, tapi sekarang malah dapat bantuan kembali. Kami berharap Pemprov Malut turun langsung ke lapangan mengecek kebenarannya,” ujar Sabrin kepada wartawan, Rabu (16/9/2026.

Baca Juga  HUT ke-25 DWP Halsel Dirayakan Meriah dengan Teater Musikal

​Sabrin menilai kejadian ini sebagai bentuk kecolongan dan pembodohan terhadap DKP Pemprov Malut.

Ia meminta pemerintah lebih teliti dalam memverifikasi calon penerima bantuan di wilayah Kecamatan Obi.

Ketua Kelompok Akui Perahu Dijual: “Itu Pokir Dewan, Bukan Bantuan Kelompok”

​Menanggapi laporan warga tersebut, Ketua Kelompok Nelayan Madapolo Timur Indah, La Sarno La Jiwa, tidak membantah bahwa perahu bantuan tahun 2021 itu telah dijual.

Namun, ia memberikan klarifikasi terkait status barang tersebut.

​La Sarno menjelaskan, perahu fiber berkapasitas 1 ton tersebut terpaksa dijual lantaran kualitasnya yang buruk dan dinilai membahayakan keselamatan nelayan jika dipakai di laut lepas.

​”Bodi bantuan yang dimaksud dijual tahun 2021 itu benar. Kualitas bodinya tipis dan tidak layak, apalagi untuk operasi di laut lepas,” kata La Sarno saat dikonfirmasi Kamis, (17/9/2026).

Baca Juga  Kadis DLH Halsel Akui Keterbatasan Armada Penyebab Sampah Menumpuk di Labuha

​Ia menegaskan, unit tersebut sejak awal bukanlah bantuan resmi untuk kelompok, melainkan aspirasi Pokok Pikiran (Pokir) dari oknum Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara yang diperuntukkan bagi dirinya secara pribadi.

​”Saya tegaskan itu bukan bantuan kelompok, tapi pribadi. Itupun diarahkan langsung oleh dewan-nya. Sedangkan mesin lautnya itu milik saya pribadi, hanya bodinya yang bantuan,” tegasnya.

​Terkait bantuan terbaru pada Agustus-September 2026, La Sarno membantah tuduhan bahwa dirinya kembali menguasai bantuan secara sepihak.

Ia menjelaskan bahwa alokasi kali ini berupa mesin laut.

​”Tahun 2026 ini ada distribusi bantuan sebanyak 17 unit berupa mesin laut merek Yamaha 20 PK. Soal ada masyarakat yang membuat isu liar, itu mungkin karena iri saja,” tambah La Sarno.

Kades Madapolo Timur Sebut Bantuan Terkait Tim Sukses Dewan

Baca Juga  Disperindag Halsel Ungkap Penyebab Harga Cabai Naik-turun 

​Sementara itu, Kepala Desa Madapolo Timur, Nujul Jaami, membenarkan adanya peristiwa penjualan perahu bantuan oleh La Sarno pada tahun 2021 lalu.

​Nujul mengaminkan bahwa barang tersebut diserahkan ke La Sarno atas motif politik kedekatan dengan anggota legislatif.

​”Pemberian unit tersebut karena yang bersangkutan adalah tim dari salah satu anggota DPRD Provinsi kala itu, sehingga mendapat bantuan tersebut,” ungkap Nujul.

​Meski demikian, Nujul membela warganya tersebut. Ia memastikan isu rekayasa bantuan ini hanya dilontarkan oleh segelintir warga.

​Di mata masyarakat sekitar, lanjut Nujul, La Sarno dikenal memiliki rekam jejak yang baik sebagai tokoh nelayan di wilayah Obi Utara.

​”Isu ini dipastikan hanya dari sebagian warga. La Sarno dikenal cukup baik pribadinya dan bagaimana sepak terjangnya sebagai tokoh nelayan di Madapolo,” pungkas Nujul. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *