Labuha, Falalamo – Masalah pengelolaan sampah di Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan kembali menjadi sorotan warga setelah kondisi sampah yang berserakan di berbagai titik jalan menimbulkan bau busuk dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Keluhan ini disampaikan warga melalui media sosial. Sina Syamsuddin, salah satu warga Labuha mengunggah keluhannya di akun Facebook pribadi pada Kamis (29/5/2025).
“Sungguh mati jalan-jalan di sepanjang kota Labuha akhir-akhir ini penuh dengan sampah, so bgtu bobou smpeeeeeee, amper di smua jalan tu pasti ada sampah. Ngni smpe so tra bisa urus tu sampah kaaa???” tulis Sina.
Dalam postingannya, Sina juga mempertanyakan fungsi iuran air yang selama ini dibayar warga.
“Terus bayar iuran air so dg sampah tu gunanya apaaa???” tambahnya.
Postingan tersebut mendapat respons dari warganet lain. Akun Ayu Indrayani membenarkan keluhan Sina dengan menyebut sampah memang berserakan karena minimnya fasilitas tempat sampah.
“Pokoknya sampah tahambur (berserakan), masyarakat bingung mau buang sampah dmna krna trda (tidak) ada bak sampah yang memadai, akhirnya pinggir jalan, barangka dan tanah kosong jadi sasaran,” tulis Ayu di kolom komentar.
Ayu juga berharap postingan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Setujuuu, anggaplah ini surat terbuka. Semoga dong (mereka) baca,” tambahnya.
Warganet lain juga turut menyuarakan keluhan serupa.
Akun Fina Mimim berkomentar singkat “Sangat menjijikan” menanggapi kondisi sampah di Kota Labuha.
Sementara itu, Fillaily Ahmad menambahkan keluhan khusus terkait kondisi di area Pasar Ikan Lama.
“Iya ampong. Kasiang apalagi t4 (tempat) sampah yg di pasar ikan lama tu… Sampah kaya Gunung. Kasiang orang yang tinggal situ kena dampak dari bau sampah,” tulisnya.
Berdasarkan pengamatan, sampah tidak hanya menumpuk di bahu jalan dekat Pantai Labuha, tetapi juga di beberapa titik strategis lainnya seperti Jalan Baru depan Kosan Pink, area depan SMA Negeri 1 Labuha, sekolah Alkhairat, hingga area Pasar Ikan Lama yang disebut warga sudah seperti gunung sampah.
Kondisi ini menimbulkan bau busuk yang mengganggu warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut, terutama bagi warga yang berdomisili di sekitar lokasi penumpukan sampah.
Hingga berita ini diturunkan, falalamo.com belum berhasil mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Selatan, Samsu Abubakar yang telah dikonfirmasi terkait keluhan warga ini. (*)













