LABUHA, falalamo – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Selatan diwarnai aksi walk out 21 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang mencabut mandat dari sidang pleno di Gedung Serbaguna, Senin (1/9/2025).
Namun, 106 organisasi kepemudaan lainnya tetap berkomitmen melanjutkan rangkaian sidang.
Di antara 21 OKP yang memilih keluar dari ruang sidang terdapat beberapa organisasi besar dari OKP Cipayung, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Karateker Ketua DPD KNPI Halmahera Selatan Ongky Nyong, SH membenarkan terjadinya aksi walk out tersebut.
Dia menilai hal ini merupakan dinamika biasa dalam pelaksanaan Musda KNPI.
“Benar ada 21 organisasi kepemudaan yang memutuskan memilih walk out dari ruang sidang pleno dan ini hal biasa, sudah menjadi dinamika pada pelaksanaan Musda KNPI dan inilah wujud kita berdemokrasi sebetulnya,” ujar Ongky.
Dia menegaskan meski terjadi walk out, prinsip musyawarah tetap dijaga dalam Musda KNPI kali ini hingga mencapai tujuan organisasi.
Sidang-sidang pleno akan tetap diselesaikan dengan 106 peserta yang masih berkomitmen mengikuti rangkaian acara.
“Pada prinsipnya kita tetap menjaga nilai-nilai permusyawaratan dalam Musda KNPI kali ini hingga mencapai tujuan organisasi. Sidang-sidang pleno akan tetap dituntaskan dengan jumlah kepesertaan 106 yang masih berkomitmen,” jelasnya.
Ongky juga menegaskan bahwa terlepas dari dinamika bermusyawarah di Musda VII, pemuda tetap bersatu dalam satu wadah organisasi.
Dia menilai perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam proses demokrasi.
Hingga saat ini, Musda berlangsung aman dan lancar meski diwarnai aksi walk out.
Sidang telah memasuki pembahasan tata tertib pemilihan ketua dan akan dilanjutkan dengan pemilihan Ketua DPD KNPI Halmahera Selatan.
“Sampai saat ini Musda berjalan aman dan lancar, dan sudah masuk pada sidang pleno pembahasan tata tertib pemilihan ketua serta selanjutnya dilakukan pemilihan ketua DPD KNPI Halsel,” ujar Ongky.
Meski diwarnai aksi walk out dari sebagian peserta, Musda ke-VII KNPI Halmahera Selatan tetap berlanjut dengan dukungan mayoritas organisasi kepemudaan yang berkomitmen menyelesaikan agenda demokratis pemilihan kepemimpinan baru. (*)













