falalamo – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak panik dengan pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD).
Ia mencontohkan pengalaman saat pandemi COVID-19 ketika anggaran negara dirasionalisasi.
“Kita juga sudah pernah ngalamin dua kali. Dua kali paling tidak pada waktu zaman COVID semua daerah, semua pendapatan negara berkurang. Semua dirasionalisasi. Itu bahasa kerennya, bahasa lapangannya dipotong ya. Tapi kita bisa survive,” kata Tito dalam FEKDI x IFSE 2025, Jumat (31/10/2025).
Tito menjelaskan, saat pandemi sebanyak 75% pegawai bekerja dari rumah (work from home) dan hanya 25% yang datang ke kantor. Namun, pekerjaan tetap berjalan dengan baik.
“Saya ingat betul pernah 75% yang di kantor hanya 25%. Kerjaan jalan juga. Artinya apa? Jangan-jangan kebanyakan ASN kita ini, kebanyakan pegawai,” sindirnya.
Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu menekankan agar pemda tidak menggunakan pola pikir lama untuk menghadapi situasi baru.
Ia meminta kepala daerah fokus pada efisiensi belanja birokrasi, bukan mengurangi gaji pegawai. (*)













