Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Halmahera SelatanPemdaPendidikanPeristiwa

Disdik Halsel Rencanakan Rehab SDN 161 Bacan 2026

×

Disdik Halsel Rencanakan Rehab SDN 161 Bacan 2026

Sebarkan artikel ini
Kondisi sekolah SDN 161 desa Belang-belang kecamatan Bacan (foto kolase/falalamo.com)

LABUHA, falalamo – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Siti Khadijah, merencanakan rehabilitasi SD Negeri 161 Bacan dalam anggaran tahun 2026.

Namun, realisasinya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

“Insya Allah akan kami masukkan dalam perencanaan 2026, tentunya akan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujar Siti melalui pesan WhatsApp, Senin (3/11/2025).

Kadisdik yang saat ini sedang mengikuti kegiatan di Jakarta itu mengakui anggaran pendidikan Halsel memang mencapai 20 persen dari total APBD.

Namun, menurutnya, alokasi anggaran tersebut harus diatur secara proporsional mengingat urusan pendidikan di Halsel sangat kompleks dan luas.

Siti menjelaskan, anggaran pendidikan tidak hanya untuk pembangunan dan rehabilitasi fisik gedung sekolah, tetapi juga untuk kebutuhan non fisik, terutama peningkatan kualitas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Baca Juga  Kakankemenag Halsel: Perbedaan Itu Sunnatullah, Jaga Marwah Kemenag untuk Umat

“Betul anggaran pendidikan selama ini 20 persen, namun karena memang urusan pendidikan di Halsel ini sangat kompleks dan sangat luas, maka otomatis anggaran yang ada juga harus diatur sedemikian rupa mulai fisik, maupun non fisik terutama untuk peningkatan kualitas GTK-nya,” jelasnya.

Pernyataan Kadisdik ini merespons temuan Anggota Komisi I DPRD Halsel, Junaedi Abusama, yang mengungkap kondisi memprihatinkan SDN 161 saat melaksanakan reses masa sidang ketiga tahun 2025, Minggu (2/11/2025).

Sekolah yang berdiri sejak 1993 itu mengalami kerusakan parah di berbagai bagian.

Kepala Sekolah Udin Usman menjelaskan kerusakan meliputi atap bocor, plafon rusak, lantai rusak, hingga rembesan air tanah yang naik ke permukaan ruang kelas.

Baca Juga  24 Rumah Sakit di Iran Hancur Digempur AS-Israel, Pengamat: Termasuk RS Anak!

Akibatnya, siswa terpaksa menyapu air yang menggenang di lantai kelas sebelum memulai pembelajaran.

Bahkan saat hujan turun, seluruh aktivitas belajar mengajar harus dihentikan.

Udin menyebut di usia sekolah yang hampir 32 tahun ini, belum ada sama sekali perawatan dari pemerintah daerah.

“Kami dewan guru berharap agar pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan khususnya Dinas Pendidikan jangan menutup mata untuk melihat sekolah kami,” kata Udin.

Kepala Desa Belang-belang, Suaib Yunus, juga membenarkan kondisi kritis SDN 161. Ia mengaku telah beberapa kali menandatangani proposal permohonan rehabilitasi yang diajukan pihak sekolah.

“Beberapa kali saya sudah tanda tangan proposal permohonan pihak sekolah untuk diajukan. Setiap DPRD yang turun reses itu saya cuma titip satu, yakni rehabilitasi soal sekolah saja,” ujar Suaib.

Baca Juga  Trauma Oposisi Pilkades Ganggu Stabilitas Desa di Halmahera Selatan

Sementara itu, politisi Fraksi PKB Junaedi Abusama yang dikenal kritis mengawal kinerja Pemda Halsel menyayangkan sekolah yang berada di zona kota tidak mendapat perhatian serius.

Ia mempertanyakan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen dari total APBD sebagai mandatory spending.

“Sekolah dalam kota saja tidak diperhatikan, bagaimana lagi kalau yang jauh? Ironisnya kalau ada sekolah yang bagus sementara saat yang bersamaan ada sekolah lain yang kondisinya memprihatinkan,” kritik Junaedi.

Junaedi berjanji akan menindaklanjuti temuan tersebut melalui rapat komisi dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *