Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
ekonomiMaluku Utara

Industri Nikel Booming, Tapi Banyak Warga Malut Tetap Nganggur

×

Industri Nikel Booming, Tapi Banyak Warga Malut Tetap Nganggur

Sebarkan artikel ini
Warga Malut banyak nganggur
Ilustrasi (Gambar: Ralf1403/px)

Ternate, falalamo – Pasar kerja Maluku Utara menunjukkan tekanan baru sepanjang 2025.

Laporan terbaru SIDEGO mencatat kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) serta membesarnya porsi pekerja tidak penuh waktu di tengah pertumbuhan ekonomi provinsi yang masih tinggi.

SIDEGO mencatat penduduk usia kerja mencapai 1,04 juta orang pada 2025.

Dari jumlah tersebut, 705,58 ribu masuk angkatan kerja, dengan 32,12 ribu di antaranya merupakan penganggur terbuka.

Kondisi itu mendorong TPT Agustus 2025 naik menjadi 4,55 persen atau meningkat 0,52 persen poin dibanding periode 2024.

Tekanan juga terlihat pada kualitas pekerjaan. Dari 673,46 ribu penduduk yang bekerja, pekerja penuh waktu tercatat 401,13 ribu orang.

Baca Juga  Legalisasi Tambang Kusubibi Dorong PAD Halsel

Sementara pekerja paruh waktu mencapai 201,24 ribu dan setengah penganggur 71,09 ribu. Proporsi pekerja tidak penuh waktu ini mencapai 40,04 persen.

SIDEGO menilai komposisi tersebut menunjukkan pekerjaan tersedia, tetapi jam kerja dan pendapatan tidak stabil.

Kondisi ini juga berkaitan dengan fenomena “pertumbuhan tanpa perluasan kerja,” di mana pertumbuhan ekonomi ditopang industri pengolahan yang padat modal dan terbatas menyerap tenaga kerja lokal berpendidikan menengah ke bawah.

Tekanan terbesar datang dari kelompok usia muda. Lonjakan angkatan kerja baru belum sepenuhnya terserap pasar kerja, sementara penyesuaian keterampilan tidak sejalan dengan kebutuhan sektor industri.

Selain itu, pasar kerja di kawasan perkotaan tercatat lebih jenuh dibanding wilayah perdesaan.

Baca Juga  Peta Ekonomi Malut Bergeser Tajam dalam 10 Tahun

TPT kota lebih tinggi karena kompetisi pencari kerja lebih ketat, sedangkan desa masih disokong sektor pertanian informal meski pertumbuhan sektor tersebut melemah.

SIDEGO menyimpulkan pasar kerja Maluku Utara memasuki fase tekanan struktural baru.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat tidak sepenuhnya diikuti peningkatan kualitas penyerapan tenaga kerja, baik di sektor formal maupun informal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *