falalamo.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prabowo memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk merombak total dan meningkatkan kualitas dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa pesan khusus ini turun tepat pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Prabowo ingin pelayanan gizi bagi masyarakat tidak dilakukan setengah hati.
“Pesan khusus Presiden di Hari Raya Idul Fitri agar BGN meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan layanan SPPG,” ujar Dadan dalam keterangannya belum lama ini.
Tak hanya sekadar imbauan, Dadan menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan menghentikan operasional dapur yang tidak memenuhi standar.
Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat.
“SPPG yang kurang memadai agar ditutup sementara dan segera dilakukan peningkatan kualitas,” tegas Dadan.
Sebagai langkah konkret, BGN kini menerjunkan satuan khusus untuk menyisir dan memantau sertifikasi di seluruh titik SPPG.
Ada tiga sertifikasi wajib yang menjadi “harga mati” bagi pengelola dapur:
- Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS)
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)
Setelah urusan kebersihan dan kehalalan beres, BGN akan menyasar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Para koki (chef), petugas penyaji makanan, hingga analis lingkungan wajib memiliki sertifikasi resmi.
“Administrasi sertifikasi ini menjadi acuan kami dalam menentukan klasifikasi atau gradasi SPPG,” jelas Dadan.
Untuk menjaga konsistensi mutu, BGN juga membentuk Tim Klasifikasi SPPG internal.
Tim ini bertugas menilai kelayakan dapur secara terukur sebelum nantinya diserahkan kepada lembaga akreditasi nasional yang lebih luas.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan program unggulan pemerintah ini berjalan optimal dan sesuai standar internasional. (*)













