Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
ekonomiInternasionalKeuanganPeristiwa

Senator Sebut Trump Biang Kerok Harga BBM Amerika Meroket 75 Persen!

×

Senator Sebut Trump Biang Kerok Harga BBM Amerika Meroket 75 Persen!

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak di Amerika melambung
Ilustrasi (gambar: px)

falalamo.com – Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat, Chuck Schumer, meluncurkan serangan terbuka yang menohok Presiden Donald Trump.

Schumer menuding kebijakan “perang gila” Trump melawan Iran sebagai faktor tunggal yang menghancurkan stabilitas ekonomi domestik dan mencekik rakyat Amerika.

Example 325x300

Tanpa basa-basi, Schumer menunjuk Trump sebagai aktor yang bertanggung jawab atas lonjakan gila-gilaan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam kurun waktu kurang dari 30 hari.

Melalui pernyataan resminya di platform X, Schumer membeberkan data kontras yang menunjukkan kegagalan manajemen krisis Gedung Putih.

Ia menyoroti kenaikan harga bensin nasional yang kini sudah menyentuh angka yang tidak masuk akal bagi warga AS.

“Sebulan lalu, harga bensin nasional masih di angka USD 2,93 per galon. Hari ini melonjak jadi USD 3,94. Hanya satu orang yang harus disalahkan yaitu Donald Trump!” tegas Schumer, Senin (23/3/2026), dikutip Al Jazeera.

Politisi senior Partai Demokrat ini juga mengecam pemborosan anggaran negara yang masif demi mendanai operasi militer di Timur Tengah.

Baca Juga  Iran: Jatuhnya F-35 AS Hanyalah 'Kejutan' Awal untuk Trump dan Israel

Schumer mencatat bahwa pemerintah telah membuang puluhan miliar dolar secara percuma, sementara rakyat di dalam negeri harus menanggung beban inflasi energi yang berat.

Sebelumnya, Chris Murphy. Dalam ulasan singkatnya, anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat tersebut menilai Trump saat ini sedang berada dalam fase panik karena strategi militernya justru menjadi bumerang bagi Amerika.

Murphy menegaskan bahwa Trump telah kehilangan kendali atas jalannya perang melawan Iran.

Menurutnya, keputusan Trump untuk terus menekan secara militer tanpa strategi keluar yang jelas hanya akan memperparah “cekikan” ekonomi yang kini mulai melumpuhkan berbagai sektor usaha di Amerika Serikat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *