falalamo.com – Pentagon resmi memerintahkan sekitar 2.000 tentara elit dari Divisi Lintas Udara ke-82 (82nd Airborne Division) Angkatan Darat Amerika Serikat untuk segera bergerak ke zona konflik.
Melansir laporan The New York Times, Rabu (25/3/2026), pengerahan pasukan elit ini bertujuan memberikan tambahan opsi militer bagi Presiden Donald Trump, tepat di tengah upaya diplomasi yang sedang ia pertimbangkan dengan Iran.
Pasukan tempur ini merupakan bagian dari “Immediate Response Force“, sebuah brigade elit yang memiliki kemampuan tempur tinggi dan sanggup diterjunkan ke titik mana pun di dunia hanya dalam waktu 18 jam.
Dua pejabat Departemen Pertahanan AS menyebut kontingen ini dipimpin langsung oleh Komandan Divisi, Mayor Jenderal Brandon R. Tegtmeier.
Selain puluhan staf ahli, AS juga menerjunkan dua batalion yang masing-masing berkekuatan 800 prajurit.
Pengerahan pasukan elit ini menandai eskalasi besar dalam konflik.
Dengan tambahan 2.000 personel ini, total pasukan darat tambahan yang dikirim ke zona perang kini mencapai hampir 7.000 orang, jika digabungkan dengan 4.500 Marinir yang sudah lebih dulu dalam perjalanan.
Secara keseluruhan, Pentagon menjalankan operasi besar-besaran yang mereka sebut sebagai “Epic Fury”.
Operasi ini melibatkan sekitar 50.000 tentara yang dikerahkan dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah, Eropa, hingga daratan Amerika Serikat.
Meski lokasi pasti penempatan pasukan ini masih rahasia, para pejabat militer memastikan posisi mereka berada dalam jarak serang yang sangat dekat dengan wilayah Iran.
Satu skenario yang mencuat adalah penggunaan pasukan ini untuk merebut Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama milik Iran di Teluk Persia.
Sebelumnya, pesawat tempur AS telah membombardir lebih dari 90 target militer di pulau strategis tersebut.
Strategi militer AS diprediksi akan melibatkan Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang dijadwalkan tiba akhir pekan ini.
Pasukan Marinir akan bertugas memperbaiki infrastruktur bandara di Pulau Kharg yang hancur akibat serangan udara sebelumnya.
Begitu lapangan terbang pulih, Angkatan Udara AS akan langsung memasok material tempur dan personel tambahan menggunakan pesawat kargo C-130 untuk memperkuat posisi pasukan Lintas Udara ke-82 jika terjadi serangan balik dari militer Iran. (*)













