falalamo.com – Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, meluncurkan serangan terbuka terhadap Amerika Serikat (AS).
Ghalibaf menuding pemerintahan Donald Trump sengaja menyebarkan “berita palsu” untuk memanipulasi pasar energi dunia demi menekan harga minyak yang kian melambung.
Ghalibaf menegaskan bahwa taktik propaganda Washington kini tidak lagi berpengaruh bagi Teheran.
Ia menyebut rakyat dan otoritas Iran sudah “mati rasa” terhadap tekanan informasi yang dilancarkan AS.
Melalui unggahannya di platform X, Ghalibaf menyindir keras upaya AS yang ia nilai tidak cerdas dalam mengelola opini publik global terkait krisis energi.
“Teruslah (sebar berita palsu), tidak ada yang percaya lagi. Harga sebenarnya akan terungkap juga. Berpengaruh? Mungkin. Tapi cerdas? Sama sekali tidak,” tulis Ghalibaf sebagaimana dilansir Al Jazeera, Sabtu (28/3/2026).
Ia menilai AS terlalu terburu-buru menggunakan strategi disinformasi sehingga dampaknya kini justru berbalik merugikan mereka sendiri.
“Kartu berita palsu itu sudah terlanjur dibakar terlalu cepat,” tambahnya.
Pernyataan Ghalibaf ini muncul saat kondisi ekonomi Amerika Serikat justru sedang berada di titik nadir.
Sentimen negatif akibat ketidakpastian perang di Timur Tengah terus menghantam bursa saham Washington.
Laporan terbaru menunjukkan saham-saham AS menutup pekan ini dengan performa terburuk sejak konflik dimulai.
Indeks S&P 500 tercatat anjlok hingga 1,6 persen, menandakan kekhawatiran investor yang mendalam terhadap stabilitas ekonomi AS di tengah kegagalan diplomasi dengan Iran.
Meski AS mencoba menenangkan pasar dengan narasi tertentu, kenyataan di lantai bursa justru menunjukkan hal sebaliknya.
Ketahanan ekonomi Iran dan kegagalan AS mengendalikan harga energi menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Trump di akhir pekan ini. (*)













