Labuha, falalamo.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) resmi mengajukan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Di tengah pengajuan ini, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba mengungkap beban berat fiskal daerah, salah satunya karena Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) masih menunggak bagi hasil pajak hingga lebih dari Rp 278 miliar.
Penyampaian rancangan tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan II DPRD Halmahera Selatan di Aula DPRD, Rabu (15/7/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Halsel Salma Samad dan Wakil Ketua I Muslim Hi. Rakib.
“Besarnya tunggakan tersebut (Rp 278 miliar dari Pemprov Malut) menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan target pendapatan daerah tahun anggaran 2027,” ujar Bassam Kasuba dalam pidatonya.
Selain masalah utang Pemprov, Bassam mengaku kondisi fiskal Halsel terpukul akibat penurunan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH).
Kendati demikian, ia optimistis bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pajak dan pengawasan ketat sektor tambang.
Dalam rancangan KUA-PPAS 2027, Pemkab Halsel mematok target pendapatan daerah sebesar Rp 1,720 triliun.
Angka ini naik tipis sekitar Rp 8,3 miliar (0,5 persen) dibandingkan APBD tahun sebelumnya.
Rinciannya, target PAD dibebani sebesar Rp 296 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp 1,404 triliun, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 20,06 miliar.
Sementara untuk belanja daerah, Pemkab Halsel memproyeksikannya di angka Rp 1,718 triliun atau turun tipis 0,2 persen.
Meski belanja total turun, Bassam justru menggenjot alokasi belanja modal hingga naik 38,5 persen menjadi Rp 254 miliar demi mempercepat pembangunan infrastruktur.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran diarahkan pada program yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bassam.
Adapun sisa belanja dialokasikan untuk belanja operasi sebesar Rp 1,161 triliun, belanja tidak terduga Rp 18 miliar, dan belanja transfer Rp 284,8 miliar.
Pada tahun 2027, Pemkab Halsel mengusung tema pembangunan “Memperkuat Transformasi Pelayanan Publik yang Berdaya Saing dan Pengurangan Ketimpangan Wilayah”.
Strategi ini akan dieksekusi melalui roadmap pembangunan Agromaritim dengan pendekatan money follows program.
Lewat strategi matang ini, Bupati Bassam memasang target makro yang cukup ambisius untuk tahun 2027, di antaranya:
- Pertumbuhan ekonomi: 24 persen
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 68,46
- Tingkat kemiskinan: Turun menjadi 4,43 persen
- Tingkat pengangguran terbuka: 1,8 persen
- Rasio gini: 0,23
- Usia harapan hidup: 67,52 tahun
Bassam berharap proses pembahasan KUA-PPAS bersama DPRD Halsel berjalan konstruktif dan tepat waktu demi menjawab kebutuhan riil masyarakat. (*)












