Labuha, falalamo.com – Pengurus IKB-Makayoa Halmahera Selatan terus melebarkan jangkauan sinerginya.
Usai turun ke jalan membagikan masker, jajaran pengurus di bawah kepemimpinan H. Husein Said menggelar kunjungan silaturahmi perdana ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1509/Labuha, Kamis (15/10/2026).
Dandim 1509/Labuha, Letkol Inf Samsul, S.I.P., menyambut langsung kedatangan Ketua IKB-Makayoa Husein Said, Sekretaris Muhlas, serta jajaran pengurus di ruang kerjanya.
Pertemuan strategis ini menjadi momentum krusial untuk mempererat sinergi antara paguyuban kemasyarakatan dan TNI,
Khususnya dalam mengawal program-program strategis daerah hingga persoalan pertanahan nasional.
”Kami datang membawa semangat silaturahmi dan kolaborasi. Banyak agenda strategis serta penataan pertanahan yang membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk dari TNI. Kami berharap kerja sama yang harmonis ini terus terjalin,” ujar Husein Said di lokasi.
Menanggapi kunjungan tersebut, Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Samsul mengapresiasi inisiatif dan langkah cepat IKB-Makayoa.
Pihaknya menegaskan kesiapan TNI untuk bersinergi dengan seluruh elemen paguyuban di Halmahera Selatan demi menjaga kondusivitas wilayah.
”Kodim 1509/Labuha siap bersinergi dengan semua paguyuban di Halmahera Selatan, termasuk IKB-Makayoa. Kami siap membantu pengawalan, pengamanan, hingga sosialisasi program pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Letkol Inf Samsul.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut juga membedah sejumlah isu krusial di lapangan,
Mulai dari ancaman kekeringan, dampaknya terhadap para petani, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dandim mengapresiasi aksi nyata IKB-Makayoa yang sehari sebelumnya, Rabu (14/10), membagikan masker gratis di kawasan Zero Point Labuha.
Langkah pencegahan tersebut dinilai sangat tepat untuk meminimalisasi paparan partikel halus berbahaya (PM2.5) dari kabut asap karhutla.
Aksi tanggap tersebut terbukti efektif menekan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan asma, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia di Halmahera Selatan. (*)












