DPRDHalmahera SelatanLingkunganMaluku UtaraPemdaPeristiwa

Pemdes Dolik Rilis Data Resmi Karhutla: 14 Ribu Pohon Ludes, Petani Terancam Gulung Tikar!

×

Pemdes Dolik Rilis Data Resmi Karhutla: 14 Ribu Pohon Ludes, Petani Terancam Gulung Tikar!

Sebarkan artikel ini
Lembar dokumen resmi 'Data Tanaman yang Mati Akibat Kebakaran dan Kemarau Panjang' yang disahkan Kepala Desa Dolik, Zubaer Hamid, Kamis (22/10/2026). Data ini mencatat 14.556 pohon komoditas warga ludes terbakar dan memperkuat tuntutan pengadaan bibit gratis dalam APBD 2027. (Dok. Pemdes Dolik/BARAH)

Labuha,falalamo.com – Validasi data dari tingkat bawah makin menelanjangi parahnya dampak Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kemarau panjang di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Pemerintah Desa (Pemdes) Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara, secara resmi mengesahkan data kerusakan yang mencatat lebih dari 14.500 pohon tanaman produktif warga hancur dilalap api dan mati kekeringan.

Dokumen resmi bertanggal 22 Oktober 2026 yang ditandatangani Kepala Desa Dolik, Zubaer Hamid, mengungkapkan kebangkrutan massal yang kini membayangi para petani di empat dusun utama: Sangaji, Cempaka, Lemon, dan Loleo.

Rincian dokumen Pemdes Dolik mencatat total 14.556 pohon komoditas milik warga ludes tak tersisa, meliputi:

  • Pala: 7.973 pohon
  • Cengkeh: 4.249 pohon
  • Kelapa: 1.634 pohon
  • Langsa Duku: 500 pohon
  • Durian: 200 pohon
Baca Juga  Pemimpin Tertinggi Iran Diklaim Tewas, Teheran Bantah: Khamenei dalam Keadaan Sehat

Dusun Sangaji menjadi wilayah paling parah dengan kehancuran 3.750 pohon pala dan 2.050 pohon cengkeh.

Disusul Dusun Loleo yang kehilangan 1.892 pohon pala, Dusun Cempaka seluas 1.441 pohon pala, serta Dusun Lemon sebanyak 890 pohon pala.

Langkah Pemdes Dolik menyajikan data resmi by name & by count yang dilayangkan ke Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) ini sejalan dengan desakan BARAH saat menggelar orasi dan RDP di DPRD Halsel.

BARAH menegaskan bahwa validasi Pemdes Dolik ini merupakan pembuktian nyata bahwa ancaman karhutla bukan sekadar isu lingkungan, melainkan musibah ekonomi jangka panjang bagi warga Gane.

“Data resmi Pemdes Dolik ini membuktikan betapa hancurnya fondasi ekonomi warga di Gane Barat Utara. Kami menagih komitmen Pemkab Halsel dan seluruh Anggota DPRD Dapil III untuk bergerak cepat memasukkan anggaran pemulihan bibit pala, cengkeh, dan kelapa dalam APBD 2027,” tegas Ketua BARAH, Ady Hi Adam. (*)

Baca Juga  Jelang Retret Kepala Daerah, Wamendagri: Peserta Akan Tidur di Tenda Akmil Magelang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *