Labuha,falalamo.com – Validasi data dari tingkat bawah makin menelanjangi parahnya dampak Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kemarau panjang di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).
Pemerintah Desa (Pemdes) Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara, secara resmi mengesahkan data kerusakan yang mencatat lebih dari 14.500 pohon tanaman produktif warga hancur dilalap api dan mati kekeringan.
Dokumen resmi bertanggal 22 Oktober 2026 yang ditandatangani Kepala Desa Dolik, Zubaer Hamid, mengungkapkan kebangkrutan massal yang kini membayangi para petani di empat dusun utama: Sangaji, Cempaka, Lemon, dan Loleo.
Rincian dokumen Pemdes Dolik mencatat total 14.556 pohon komoditas milik warga ludes tak tersisa, meliputi:
- Pala: 7.973 pohon
- Cengkeh: 4.249 pohon
- Kelapa: 1.634 pohon
- Langsa Duku: 500 pohon
- Durian: 200 pohon
Dusun Sangaji menjadi wilayah paling parah dengan kehancuran 3.750 pohon pala dan 2.050 pohon cengkeh.
Disusul Dusun Loleo yang kehilangan 1.892 pohon pala, Dusun Cempaka seluas 1.441 pohon pala, serta Dusun Lemon sebanyak 890 pohon pala.
Langkah Pemdes Dolik menyajikan data resmi by name & by count yang dilayangkan ke Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) ini sejalan dengan desakan BARAH saat menggelar orasi dan RDP di DPRD Halsel.
BARAH menegaskan bahwa validasi Pemdes Dolik ini merupakan pembuktian nyata bahwa ancaman karhutla bukan sekadar isu lingkungan, melainkan musibah ekonomi jangka panjang bagi warga Gane.
“Data resmi Pemdes Dolik ini membuktikan betapa hancurnya fondasi ekonomi warga di Gane Barat Utara. Kami menagih komitmen Pemkab Halsel dan seluruh Anggota DPRD Dapil III untuk bergerak cepat memasukkan anggaran pemulihan bibit pala, cengkeh, dan kelapa dalam APBD 2027,” tegas Ketua BARAH, Ady Hi Adam. (*)












