Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
InternasionalNasionalPeristiwa

Pemimpin Tertinggi Iran Diklaim Tewas, Teheran Bantah: Khamenei dalam Keadaan Sehat

×

Pemimpin Tertinggi Iran Diklaim Tewas, Teheran Bantah: Khamenei dalam Keadaan Sehat

Sebarkan artikel ini
Sebuah gambar satelit menampilkan asap hitam membumbung dan kerusakan parah di kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyusul serangan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Teheran, Iran, 28 Februari 2026. Pleiades Neo (c) Airbus DS 2026/Handout via REUTERS

falalamo.com – Klaim tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei akibat serangan Israel dan Amerika menjadi salah satu isu yang paling diperdebatkan di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

Pihak Iran secara tegas membantah klaim tersebut.

Pakar Timur Tengah Hassibula Satrawi menyebut, Donald Trump telah memberikan pernyataan bahwa Khamenei termasuk korban dalam serangan yang dilancarkan kemarin.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang dapat diverifikasi.

“Pernyataan yang muncul dari pihak Iran justru menegaskan bahwa pimpinan-pimpinan Iran terutama Ayatullah Khamenei dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Hassibula dikutip di Metro TV. Ahad, (1/3/2026).

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berbicara dalam sebuah pesan yang disiarkan melalui televisi di Teheran, Iran, 9 Februari 2026. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS

Di sisi lain, Hassibula menyebut beberapa tokoh penting di bawah Khamenei hampir dipastikan tewas, termasuk Menteri Pertahanan Iran dan Komandan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Baca Juga  Hasto Kristiyanto Antar Surat Duka Megawati untuk Ali Khamenei

Ketiganya dilaporkan sedang berkumpul di satu lokasi saat serangan pertama terjadi.

Jika klaim tewasnya Khamenei terbukti benar, Hassibula menilai Iran akan menghadapi tantangan besar dalam proses suksesi kepemimpinan di tengah-tengah tekanan serangan yang terus berlangsung.

“Sebuah negara yang kehilangan tokoh-tokoh utamanya tidak akan mudah dan cepat melakukan adaptasi,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *