DPRDHalmahera SelatanLingkunganMaluku UtaraPemdaPeristiwa

​613 Hektar Lahan Warga Gane Dilalap Karhutla, BARAH Uji Komitmen DPRD Dapil III

×

​613 Hektar Lahan Warga Gane Dilalap Karhutla, BARAH Uji Komitmen DPRD Dapil III

Sebarkan artikel ini
Ketua BARAH Ady Hi Adam bersama pengurus Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) saat menyampaikan aspirasi dan data kerusakan Karhutla dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Kamis (22/10/2026). BARAH mendesak alokasi anggaran pemulihan bibit bagi petani terdampak dimasukkan dalam APBD 2027. (Foto: Moch/falalamo.com)

Labuha, falalamo.com – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan ekstrem di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terus menelan korban secara ekonomi.

Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) membeberkan data terbaru di mana luasan lahan warga yang terdampak di wilayah Gane Barat Utara telah mencapai 613 hektar.

​Wilayah yang mencakup sejumlah desa seperti Batulak, Boso, Dolik, Fulai, Gumira, Moloku, Posi-Posi, Samad, Samo, Suka Damai, hingga Tokaka ini didominasi oleh kerusakan kebun pala dan cengkeh milik warga.

​Desa Dolik Jadi Titik Terparah di Gane Barat Utara

​Berdasarkan laporan lapangan tim BARAH, Desa Dolik mengalami kerugian paling parah dibandingkan desa-desa lainnya di wilayah Gane Barat Utara.

Baca Juga  Anggaran Disdik Halsel 440 Miliar, Rehab Sekolah Cuma 9 Miliar: Kemana Sisanya?

Kerusakan ini terekam secara rinci di empat dusun kebun utama yang menjadi tumpukan asa para petani lokal.

​Di Dusun Kebun Sangaji, sebanyak 3.750 pohon pala hangus terbakar.

Disusul Dusun Kebun Cempaka dengan 1.441 pohon pala, Dusun Kebun Lemon sebanyak 890 pohon pala, serta Dusun Kebun Loleo dengan 1.892 pohon pala yang ludes dilalap api.

​Tidak hanya pala, amukan si jago merah dan kekeringan panjang di empat dusun tersebut juga menghancurkan 4.249 pohon cengkeh milik warga.

​Menjadikan Desa Dolik sebagai sampel representatif atas penderitaan petani di wilayah Gane Barat dan Gane Timur.

BARAH secara terbuka menantang ketegasan para wakil rakyat.

BARAH mendesak Pemerintah Kabupaten Halsel dan DPRD Halsel segera mengalokasikan anggaran pemulihan dalam pembahasan APBD 2027.

Baca Juga  ​Perkuat Sinergi, Pengurus IKB-Makayoa Halsel Sambangi Kodim 1509/Labuha

​Secara khusus, BARAH menguji komitmen Anggota DPRD Dapil III (Gane Barat – Gane Timur) untuk memperjuangkan anggaran pengadaan bibit gratis bagi komoditas yang ludes terbakar.

​”Kami menguji komitmen Anggota DPRD Dapil III Gane Barat dan Gane Timur untuk memperjuangkan anggaran pemulihan berupa pengadaan bibit komoditi yang terdampak Karhutla di Zona III,” tegas ketua BARAH, Ady Hi Adam.

​Ady berharap penerapan pembangunan berbasis zonasi benar-benar diwujudkan oleh pemerintah daerah.

Bupati Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin juga didesak agar tidak tinggal diam, mengingat bencana ini berkaitan langsung dengan keselamatan program prioritas Agromaritim di bidang pertanian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *