Labuha, Falalamo – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Selatan, Samsu Abubakar angkat bicara terkait keluhan warga soal penumpukan sampah di berbagai titik Kota Labuha yang viral di media sosial.
Samsu mengakui adanya keterlambatan pengangkutan sampah akibat keterbatasan jumlah dan kondisi armada yang dimiliki dinas tersebut.
“Iya mohon maaf, armada roda enam kita itu cuman empat unit. Tiga unit itu armada sudah tua sehingga selalu mengalami kerusakan, kemudian beberapa hari ini dua unit lagi perbaikan di bengkel,” ujar Samsu saat dikonfirmasi, Kamis (29/5/2025).
Akibat kondisi tersebut, kata dia, DLH Halsel hanya bisa memaksimalkan pelayanan dengan dua unit armada yang masih beroperasi.
Padahal, cakupan wilayah layanan cukup luas mulai dari wilayah Panamboang sampai Desa Sayoang.
“Jadi kita upayakan 2 unit untuk memaksimalkan pelayanan. Namun jalur layanan cukup luas mulai dari wilayah Panamboang sampai Desa Sayoang, makanya agak terlambat pengangkutan,” jelasnya.
Meski demikian, Samsu menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengangkutan sampah menyusul keluhan warga yang beredar di media sosial.
Ia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat akibat penumpukan sampah di berbagai titik kota.
Sebelumnya, keluhan soal sampah berserakan di Kota Labuha ramai diperbincangkan warganet setelah warga bernama Sina Syamsuddin mengunggah keluhannya di Facebook pada Kamis (29/5/2025) pagi.
Sina mengeluhkan bau busuk sampah yang berhamburan di sepanjang bahu jalan kota Labuha hingga mengganggu pengguna jalan.
Sampah dilaporkan menumpuk di berbagai lokasi seperti bahu jalan dekat Pantai Labuha, Jalan Baru depan Kosan Pink, area depan SMA Negeri 1 Labuha, sekolah Alkhairat, hingga area Pasar Ikan Lama.
Postingan tersebut mendapat dukungan dari warganet lain yang juga mengeluhkan kondisi serupa, termasuk minimnya fasilitas tempat sampah yang memadai di kota Labuha. (*)













