Labuha, falalamo.com – Nasib nahas menimpa Ongky Nyong, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Botang Lomang, Halmahera Selatan (Halsel).
Berniat menghadiri hajatan di kampung halaman sang istri, Ongky justru menjadi korban pengeroyokan membabi buta yang diduga dilakukan oleh saudara iparnya sendiri.
Insiden berdarah ini terjadi di Desa Silang, Kecamatan Bacan Timur Selatan, pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIT.
Kejadian bermula saat Ongky yang baru saja tiba dari Labuha sedang beristirahat di rumah istrinya, Sulinda, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa setempat.
Suasana yang awalnya hangat berubah mencekam saat sejumlah saudara kandung istrinya datang berkunjung.
Usai bersalaman, salah satu adik ipar korban mempertanyakan sebuah unggahan link berita nasional di akun media sosial milik Ongky.
“Dia tanya berita yang saya share itu ditujukan ke siapa. Saya jawab tidak ditujukan ke siapa-siapa, melainkan untuk publik membaca,” ujar Ongky menceritakan awal mula ketegangan tersebut.
Jawaban tersebut rupanya menyulut emosi pelaku. Tanpa peringatan, sebuah pukulan keras mendarat di rahang kanan Ongky.
Tak berhenti di situ, pelaku lain yang berada di depan korban ikut melayangkan bogem mentah.
Meski sempat menangkis, sebuah tendangan keras di dada membuat Ongky jatuh tersungkur dan kesulitan bernapas.
Dalam posisi tak berdaya, para pelaku terus menghujani korban dengan tendangan dan pukulan secara berulang-ulang.
Istri korban, Sulinda D. Komdan, sempat berupaya melerai aksi brutal saudara-saudaranya tersebut, namun ia kalah tenaga.
Akibat kejadian ini, Ongky dilaporkan sempat pingsan dan harus dilarikan ke RSUD Marabose.
Pasca-kejadian, pihak keluarga yang diwakili oleh kerabat korban, M. Ikbal Kadoya, langsung melayangkan laporan resmi ke Polres Halmahera Selatan dengan nomor laporan STTLP/44/II/2026/SPKT POLRES HALSEL.
Kondisi Terkini Korban:
- Luka memar dan bengkak di area wajah dan bibir.
- Nyeri di sekujur tubuh akibat tendangan benda tumpul.
- Masih menjalani masa pemulihan pasca-perawatan medis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif pasti terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. (*)













