LABUHA, falalamo – Anggaran rehabilitasi sekolah di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2025.
Dari yang semula 2,7 miliar rupiah di tahun 2024, kini naik menjadi 9 miliar rupiah.
Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Halsel, Junaedi Robo SE., M.Pd., mengungkapkan meskipun total anggaran pendidikan mencapai 440 miliar rupiah atau 20 persen dari APBD Halsel, namun khusus untuk rehabilitasi sekolah hanya dialokasikan 9 miliar rupiah.
“Dalam mandatory spending ada 20 persen porsi Dinas Pendidikan dari APBD Halsel totalnya 440 miliar, namun untuk porsi anggaran rehab sekolah besarnya hanya 9 miliar untuk 2025. Sementara tahun 2024 anggaran rehab hanya 2,7 miliar,” ujar Junaedi, Rabu (12/11/2025).
Selain dana DAU, tahun 2025 Disdik juga mendapat dana revitalisasi dari Kementerian untuk sarana prasarana dalam bentuk swakelola langsung di sekolah.
Junaedi menyebut, kurang lebih 23 SD dan 7 SMP direhab dengan total anggaran 27 miliar lebih dari dana revitalisasi di luar dana DAU.
“Berdasarkan revitalisasi dari Kementerian untuk sarana prasarana dalam bentuk swakelola di sekolah langsung kurang lebih 23 SD dan 7 SMP dengan total anggaran 27 miliar lebih, itu dari dana revitalisasi di luar dana DAU,” jelasnya.
Dana DAU (Dana Alokasi Umum) tahun 2025 untuk pendidikan mencapai 40 miliar rupiah yang berasal dari usulan Dinas dan pokir (pokok pikiran) DPRD.
“Nah dana DAU itu biasanya dari Dinas kemudian dari pokir DPRD. Dana DAU tahun ini cukup besar kisaran 40 miliar,” katanya.
Namun menurut Junaedi, dengan ratusan sekolah yang harus diperhatikan, anggaran tersebut tetap belum mencukupi.
Kabid PAUD ini menjelaskan, biaya pembangunan satu Ruang Kelas Baru (RKB) saat ini mencapai 275 juta rupiah. Sementara untuk perpustakaan SMP saja per unit mencapai 600 juta rupiah.
“Sekolah sekarang satu RKB itu di angka 275 juta. Contohnya anggaran perpus SMP per satu perpus saja 600 jutaan. Jadi memang dengan dana 40-50 miliar itu pun belum bisa mengakomodir ratusan sekolah dalam satu tahun,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Disdik Halsel mengelola total 412 sekolah yang terdiri dari 291 SD (240 negeri, sisanya swasta) dan 121 SMP (72 negeri, sisanya swasta).
“Jadi kurang lebih 400 lebih sekolah yang harus dilihat atau diperhatikan dalam satu periode. Dalam satu periode paling Dinas bisa menyentuh tidak sampai 100 dengan anggaran yang ada,” tegasnya.
Sebelumnya, kondisi memprihatinkan SDN 161 Belang-belang terungkap saat Anggota Komisi I DPRD Halsel Junaedi Abusama melaksanakan reses, Minggu (2/11/2025).
Politisi PKB itu mempertanyakan alokasi anggaran pendidikan yang seharusnya 20 persen dari APBD namun masih banyak sekolah rusak tidak tersentuh. (*)













