ekonomiKeuanganMaluku UtaraNasionalTambang

Raup Pendapatan Rp 17,1 T! Tengok ‘Cuan’ Harita Nickel di Semester I-2026

×

Raup Pendapatan Rp 17,1 T! Tengok ‘Cuan’ Harita Nickel di Semester I-2026

Sebarkan artikel ini
Foto: Smelter Harita. (Dok. CNBC)

falalamo.com – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel sukses meraup pendapatan fantastis mencapai Rp 17,1 triliun sepanjang semester pertama 2026.

Raksasa tambang ini berhasil mengamankan kinerja keuangannya di tengah gempuran badai dan dinamika industri nikel global.

Direktur Keuangan Harita Nickel, Suparsin Darmo Liwan, menegaskan bahwa disiplin operasional dan optimalisasi kapasitas produksi menjadi kunci utama perusahaan dalam mencetak pendapatan triliunan rupiah tersebut.

“Sepanjang semester pertama tahun ini, industri nikel global masih mengalami berbagai tantangan. Dalam kondisi tersebut, kami tetap berfokus menjaga operasional yang efisien, andal, dan terukur,” ungkap Suparsin dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).

Suparsin menjelaskan bahwa peningkatan kinerja penjualan bijih nikel langsung menopang capaian jumbo perseroan.

Baca Juga  Geger! Warga Kawasi Demo Tolak film Dokumenter, Sebut Propaganda Harita Nickel 

Moncernya penjualan ini terdorong oleh mulai beroperasinya fasilitas tambang baru milik PT Gane Tambang Sentosa (GTS) sejak kuartal III-2025.

Tak hanya itu, penambahan lini produksi pada fasilitas pirometalurgi PT Karunia Permai Sentosa (KPS) juga sukses melipatgandakan output feronikel perusahaan.

Fasilitas anyar Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) milik KPS terbukti ampuh mendongkrak volume penjualan feronikel dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk memperkuat daya saing dan menekan biaya operasional, Harita Nickel kini tengah meracik sejumlah inisiatif dekarbonisasi demi mengurangi emisi gas rumah kaca.

Salah satu jurus andalannya adalah memanfaatkan teknologi waste heat recovery di fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL).

Inovasi canggih ini berpotensi menghasilkan listrik mandiri hingga 50 MW dan ditargetkan rampung pada kuartal IV-2026 mendatang.

Baca Juga  Kemenkeu Absen Rilis Laporan APBN Kita, Begini Dampaknya ke Ekonomi

“Optimalisasi kapasitas produksi secara bertahap di berbagai fasilitas kami harapkan dapat meningkatkan fleksibilitas operasional sekaligus menjaga keandalan pasokan,” pungkas Suparsin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *