LABUHA, Falalamo – Karateker Ketua DPD II KNPI Halmahera Selatan Ongky Nyong merespons positif kritikan yang bermunculan dari sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung di Kabupaten Halmahera Selatan jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), Sabtu (26/7/2025).
Ongky menyatakan pihaknya menerima setiap kritikan mengingat demokrasi membutuhkan kritik dan otokritik.
“Ini bukan monarki yang tidak bisa dikritik. Kritik itu baik apapun bentuknya,” ujar Ongky.
Lulusan program resolusi konflik di Surabaya ini justru menilai dinamika di Halmahera Selatan lebih hidup dibanding daerah lain.
Dia menganggap wajar jika OKP Cipayung sebagai organisasi kepemudaan melakukan kritik karena hal tersebut baik untuk demokrasi di Halsel, apalagi menjelang Musda.
“Kalau tanpa kritik, nantinya seperti kita sedang berdoa,” kata Ongky dengan senyum sambil memberikan acungan jempol menanggapi kritik dari teman-teman OKP Cipayung.
Terkait persiapan Musda, Ongky menjelaskan progres kepanitiaan sudah selesai melakukan drafting dan tinggal menunggu pelaksanaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimpurda).
Sementara itu, konsolidasi dengan OKP Cipayung menurutnya tetap berjalan tanpa hambatan. Seluruh lembaga juga terus dikonsolidasikan agar dapat berkontribusi dalam agenda tersebut.
“Musda kali ini merupakan panggung demokrasi yang terbuka bagi kebebasan berdemokrasi. Musda ini sebagai arena bertarung gagasan, ruang kompetisi pemuda dalam menjaring calon-calon pemimpin muda di Halmahera Selatan,” tegas Ongky.
Sebagai informasi, Ongky Nyong ditunjuk sebagai Karateker Ketua DPD II KNPI Halsel menggantikan Hastomo Tawari setelah masa tugas selama tiga bulan dinilai belum mampu melaksanakan agenda Rapimpurda dan Musda.
Penunjukan ini dilakukan DPD I KNPI Maluku Utara berdasarkan hasil Rapat Pimpinan Harian yang digelar 16 Juli 2025 lalu. (*)












