Labuha, Falalamo – Organisasi Masyarakat (Ormas) Palimpungang Ompu Bangsa Nang Ompu Anak-anak Lipu Adat Bacan merayakan hari ulang tahunnya yang pertama pada Kamis (24/7/2025).
Peringatan milad ini berlangsung di Sekretariat Palimpungang, Jalan Paisu Buaya, Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.
Mengusung tema “Tunduk Nang Tabeana De Kadudukanga Ompu Kahormatanga” yang bermakna penghormatan terhadap nilai-nilai dan kedudukan para leluhur.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, serta sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan perwakilan paguyuban di Halmahera Selatan.
Ketua Palimpungang Ompu Bangsa Nang Ompu Anak-anak Lipu Adat Bacan, Dano Hi. Sanusi Iskandar Alam, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran seluruh tamu undangan.
Ia menjelaskan bahwa Palimpungang resmi diluncurkan pada 20 Juli 2024 dan telah memiliki badan hukum.
“Lembaga ini mengemban tugas dan tanggung jawab moral berbasis pada penggalian, pengkajian, pengembangan, pengelolaan, dan pelestarian kebudayaan,” ujar Sanusi.
Ia menambahkan bahwa organisasi ini terbentuk atas dasar kesadaran bersama untuk mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal.
Sanusi menekankan bahwa program organisasi ini bertujuan mempertahankan keaslian budaya dan tradisi yang diwariskan leluhur sebagai wujud penghormatan.
Ia menyebutkan bahwa kehidupan sosial masyarakat adat Bacan masih lestari hingga kini, terdiri dari empat klan utama: Tunggulawang, Kamarullah, Trafannur, dan Iskandar Alam.
“Meskipun perjalanan lembaga kebudayaan ini merangkak di atas onak dan duri, kami menyadari bahwa semua itu merupakan suatu proses menuju cita-cita kemaslahatan,” kata Sanusi.
Ia berharap kehadiran ormas ini mampu memicu kesadaran berbudaya di tengah masyarakat Halmahera Selatan yang pluralis, demi melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi dalam bingkai persatuan dan kesatuan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Sanusi, peradaban negeri ini dibangun dengan spiritual dan ditata dengan moral berlandaskan kebersamaan dalam napas demokrasi rumpun persekutuan masyarakat hukum adat.
Ia juga meyakini bahwa kolaborasi dan pengelolaan potensi kearifan lokal dalam tradisi dan kebudayaan masing-masing etnis di Halmahera Selatan dapat mendatangkan pendapatan daerah, khususnya di sektor kepariwisataan.
Mengakhiri sambutannya, Sanusi mengutip wasiat leluhur: “Genggamlah pesan dan amanah. Ingat dan jaga haluanmu dengan lurus dan benar dalam menetapkan suatu keputusan. Janganlah kau rayu surgamu di sana, rayulah surgamu yang ada di sini.”
Sementara itu, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bagian penting dari upaya menjalin silaturahmi.
Ia menekankan bahwa kebersamaan yang terjalin adalah bentuk nyata dari peran pemimpin untuk menebar kebaikan.
“Orang yang paling baik adalah orang yang paling baik kepada keluarganya, dan aku ingin menjadi orang yang paling baik bagi keluargaku,” tutur Bassam.
Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk bangga atas warisan adat dan budaya dari para leluhur.
Menurutnya, nilai-nilai budaya yang diwariskan harus dipahami secara utuh dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus bangga karena para tua-tua kita terdahulu telah mewariskan adat sebagai nilai kebudayaan yang luhur bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bassam berharap agar momentum milad perdana ini dapat memperkuat rasa kebersamaan, kedamaian, silaturahmi, dan menyatukan pemikiran dalam bingkai Saruma.
“Semoga agenda kita ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, sehingga kita semua dapat memberikan kontribusi terbaik bagi Negeri Saruma yang kita cintai ini,” tutup Bupati.
Sebagai informasi, Acara milad diawali dengan pembacaan Tahlil sebagai bentuk rasa syukur.
Menariknya, Kedatangan Bupati Bassam Kasuba disambut dengan prosesi obor dalam suasana gelap, menggambarkan penjemputan seorang pemimpin di masa lalu.
Usai sambutan Ketua Palimpungang, dilanjutkan dengan sambutan Bupati yang sekaligus mengakhiri acara.
Suasana haru menyelimuti perayaan milad ini, terutama saat pembacaan puisi empat marga.
Turut hadir dalam acara ini perwakilan Kodim 1509/Labuha, Polres Halmahera Selatan (Halsel), Kejaksaan Negeri Halsel, Hakim Pengadilan Negeri, sejumlah paguyuban di Halsel, serta tokoh masyarakat dan agama. (*)













