Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HumanioraInternasionalPeristiwaPolisi

Militer Myanmar Grebek Pusat Scamming, Tangkap 2.198 Orang Termasuk Ratusan WNI

×

Militer Myanmar Grebek Pusat Scamming, Tangkap 2.198 Orang Termasuk Ratusan WNI

Sebarkan artikel ini
Foto: Penampakan orang-orang menyeberangi sungai dari Myanmar ke Thailand usai penggebekan markas scam (detik.com-AFP/-)

falalamo – Militer Myanmar menggrebek pusat penipuan daring atau scamming di KK Park, perbatasan dengan Thailand, dan menangkap lebih dari 2.000 orang.

Penggerebekan ini terkait dengan modus kejahatan sebagaimana yang menimpa empat remaja Halmahera Selatan yang dipaksa bekerja sebagai scammer di Myanmar.

Dilansir Al-Jazeera, Jumat (24/10/2025), harian Myanmar Alin melaporkan penggerebekan dilakukan di kompleks yang digunakan sindikat kriminal internasional untuk melakukan perjudian ilegal, pencucian uang, serta penipuan asmara dan investasi daring.

Operasi yang dilakukan pada Minggu (20/10) tersebut menyasar lebih dari 250 bangunan di KK Park, mencakup gudang, ruko, dan puluhan bangunan satu dan dua lantai.

Pihak berwenang menangkap 2.198 orang, di antaranya 445 perempuan, 1.645 laki-laki, dan 98 petugas keamanan laki-laki.

Baca Juga  Pemkab Halsel Koordinasi dengan Kemenimipas untuk Pulangkan 4 Korban TPPO dari Myanmar

Penggerebekan membuat ratusan orang, termasuk puluhan warga negara Indonesia (WNI), kabur ke Thailand.

Militer Myanmar juga menyita 30 satelit Starlink yang dibangun dan dioperasikan anak perusahaan SpaceX milik Elon Musk.

Satelit tersebut disebut membuat kompleks itu tetap terhubung ke internet, bahkan saat listrik padam.

KK Park terletak di Kotapraja Myawaddy, Negara Bagian Kayin, yang berada tepat di seberang sungai dari kota perbatasan Thailand, Mae Sot.

Modus Sama dengan Korban Halsel

Modus operandi di KK Park sangat mirip dengan kasus yang menimpa empat remaja asal Halmahera Selatan.

Mereka dijanjikan pekerjaan sebagai marketing atau penjualan kecantikan dengan gaji besar, namun dipaksa bekerja sebagai scammer dengan ancaman kekerasan jika tidak mencapai target.

Baca Juga  PT Wanatiara Persada Dukung Ketahanan Pangan di Halmahera Selatan

Sebelumnya diberitakan, Feni Astari Dareno (23), Asriadi Musakir (24), Zether Maulana (22), dan Tantoni menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar.

Mereka dijanjikan bekerja di Thailand dengan gaji Rp 12 juta per bulan, namun ternyata dibawa ke Myanmar dan dipaksa menjadi penipu daring.

Kepala Disnakertrans Halmahera Selatan, Dr Daud Djubedi, mengatakan keempat korban diancam akan dianiaya jika tidak mendapatkan tiga orang target dalam sehari.

Pemkab Halsel kini berkoordinasi dengan Pemprov Maluku Utara dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memulangkan keempat korban.

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Drs Waris Agono, M.Si., juga menyatakan kasus ini telah dilaporkan ke Direktorat TPPO Bareskrim Polri.

Baca Juga  Polres Halsel Selidiki Kematian Karyawan PT HJF di Kawasi Obi

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji besar di luar negeri yang tidak jelas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *