Halmahera SelatanKesehatanMaluku UtaraPeristiwa

​Nasib Malang Ibu 3 Anak di Kupal: Dipulangkan RSUD Labuha, Kini Cuma Dirawat Bidan Desa

×

​Nasib Malang Ibu 3 Anak di Kupal: Dipulangkan RSUD Labuha, Kini Cuma Dirawat Bidan Desa

Sebarkan artikel ini
​Wa Ode Nining (35), ibu tiga anak asal Desa Kupal, Bacan Selatan, kini terbaring lemah di rumahnya usai dipulangkan secara sepihak oleh RSUD Labuha. Keluarga mengecam pelayanan rumah sakit yang dinilai abaikan keselamatan pasien BPJS. (Foto: Keluarga Pasien)

Labuha, falalamo.com – Nasib malang menimpa Wa Ode Nining (35), seorang ibu tiga anak asal Desa Kupal, Kecamatan Bacan Selatan, Halmahera Selatan (Halsel).

Usai dilarikan ke RSUD Labuha akibat menderita asma, demam tinggi, dan pusing berat, ia justru mendadak dipulangkan oleh pihak rumah sakit dengan alasan dokter sedang sibuk mengurus banyak pasien, Senin (12/10/2026).

​Kini, ibu rumah tangga tersebut hanya bisa terbaring kaku di kediamannya di Desa Kupal.

Tanpa penanganan intensif dari dokter rumah sakit, pengobatan Nining terpaksa dilanjutkan seadanya di rumah dengan mengandalkan selang infus yang dipasang oleh bidan desa setempat.

​Perlakuan dingin nakes RSUD Labuha membuat marah pihak keluarga.

Baca Juga  Anggaran Disdik Halsel 440 Miliar, Rehab Sekolah Cuma 9 Miliar: Kemana Sisanya?

Perwakilan keluarga pasien, Arman Wambes, meluapkan kekecewaan atas sikap abai dan tidak profesional yang ditunjukkan oleh manajemen rumah sakit milik daerah tersebut.

​”Kami kecewa dengan pelayanan RSUD Labuha. Pasien masih lemas dan pusing berat, bahkan cairan infus masih berjalan, tapi sudah disuruh pulang begitu saja hanya karena alasan dokter banyak pasien,” cetus Arman Wambes, Selasa (13/10/2026).

​Arman menyayangkan keputusan sepihak nakes yang membiarkan seorang ibu tiga anak pulang dalam kondisi kritis tanpa kejelasan pertimbangan medis.

Kondisi ini makin menyiksa keluarga lantaran suami Nining saat ini tengah mencari nafkah di luar daerah, sehingga keluarga harus berjuang sendirian menyelamatkan nyawa korban.

​Keluarga menduga ada perlakuan diskriminatif dari petugas medis terhadap pasien pengguna fasilitas BPJS Kesehatan. (*)

Baca Juga  Pemkab Halsel Siapkan BLK untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Terampil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *