Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HukrimKota TernateMaluku UtaraPeristiwaPolisi

Anggota Brimob Maluku Utara Diduga Aniaya Istri hingga Jalani Operasi Kepala

×

Anggota Brimob Maluku Utara Diduga Aniaya Istri hingga Jalani Operasi Kepala

Sebarkan artikel ini
Kekerasan perempuan
Ilustrasi kekerasan (gambar: px)

Ternate, falalamo.com – Seorang oknum anggota aktif Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku Utara berinisial RAP alias Raeychan (37) diduga menganiaya istrinya, PW (36), hingga korban harus menjalani operasi kepala di RSUD Chasan Boesoirie Ternate.

Ibu korban, Tomijan Yasim, mengungkapkan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (22/3/2026) malam.

Ia menerima pesan WhatsApp sekaligus panggilan telepon dari anaknya sekitar pukul 22.35 WIT.

“Dalam pesan itu anak saya hanya bilang, ‘ma datang lihat saya dulu, saya mau mati’,” ujar Tomijan.

Tomijan bersama suaminya langsung bergegas menuju rumah korban di Kelurahan Toboleu, Ternate Utara.

Setibanya di lokasi, mereka mendapati korban dalam kondisi lemas dengan pendarahan di bagian hidung, telinga, dan kepala.

Baca Juga  Ali Larijani Ungkap Tentara AS Ditawan Iran, Sebut Washington Tutupi Fakta

Keluarga sempat membawa korban ke rumah sakit Islam, namun ketiadaan dokter memaksa mereka merujuk korban ke RSUD Chasan Boesoirie.

Dokter kemudian memutuskan tindakan operasi setelah mendiagnosis pendarahan di kepala akibat benturan keras.

Tomijan juga mengungkap bahwa anaknya diduga berulang kali menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sejak menikah pada November 2025.

Bahkan sepekan sebelum kejadian ini, korban mengalami luka sobek di kaki saat berada di Bacan.

“Kami minta kasus ini diproses tegas dan transparan, tanpa tebang pilih,” tegasnya.

PS Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku Utara, Kompol Wahidin, mengonfirmasi telah mengetahui kejadian tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media, ia mengaku tengah berada di RSUD mendampingi keluarga korban.

Baca Juga  Pakai Seragam Militer, Putra Ali Khamenei Resmi Pimpin Perang Lawan AS-Israel!

“Saat ini saya berada di RSUD bersama ayah korban, menunggu proses operasi yang sedang berjalan,” kata Kompol Wahidin.

Wahidin menegaskan institusinya siap menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur, namun menunggu laporan resmi dari pihak keluarga terlebih dahulu.

“Kami akan proses sesuai aturan. Jika laporan sudah dibuat, tentu akan kami tindaklanjuti,” katanya.

Kasus ini kini ramai menjadi perbincangan publik di media sosial Maluku Utara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *