falalamo.com – Biaya perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran dilaporkan membengkak drastis.
Pentagon dikabarkan telah mengajukan tambahan dana sebesar USD 200 miliar atau setara lebih dari Rp 3.100 triliun (asumsi kurs Rp 15.600) kepada Kongres hanya untuk menutupi ongkos operasional tempur.
Laporan Washington Post menyebutkan bahwa saat ini Amerika Serikat menghabiskan anggaran lebih dari USD 1 miliar (sekitar Rp 15,6 triliun) per hari demi mendanai perang tersebut.
Anggaran fantastis ini merupakan tambahan di luar anggaran tahunan Pentagon sebesar USD 838,7 miliar yang baru saja disetujui Kongres pada Januari lalu.
Jika disetujui, total pengeluaran militer AS tahun ini akan mencetak rekor sejarah baru.
Permintaan dana jumbo ini diprediksi akan memicu “perang urat syaraf” di Kongres.
Pasalnya, pengajuan ini muncul tepat delapan bulan sebelum pemilihan paruh waktu (mids-term election) pada November mendatang.
Meskipun secara tradisional isu militer didukung oleh kedua partai, jajak pendapat terbaru menunjukkan mayoritas warga Amerika mulai tidak setuju dengan keterlibatan AS dalam perang melawan Iran.
Para politisi kini berada di bawah tekanan besar untuk membenarkan kenaikan anggaran yang gila-gilaan tersebut di tengah situasi ekonomi domestik.
Kubu Demokrat langsung melancarkan kritik tajam dengan membandingkan anggaran perang tersebut dengan kebutuhan dalam negeri.
Sebagai gambaran, dana tambahan perang USD 200 miliar itu jauh melampaui anggaran subsidi asuransi kesehatan senilai USD 35 miliar yang gagal disahkan tahun lalu.
Tak hanya itu, angka tersebut juga jauh di atas total bantuan pangan untuk keluarga berpenghasilan rendah di AS yang “hanya” menghabiskan USD 100 miliar tahun lalu.
Pemerintah AS dikabarkan telah melakukan pemotongan tajam pada bantuan luar negeri senilai USD 175 miliar untuk menyeimbangkan neraca. (*)













