Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDPRDKabupaten Halmahera SelatanPeristiwaPolisi

Brutal! Polisi Pukul Aktivis Perempuan Hingga Luka Saat Demo di Halsel

×

Brutal! Polisi Pukul Aktivis Perempuan Hingga Luka Saat Demo di Halsel

Sebarkan artikel ini
Ketua KOHATI Aisun Salim diduga mendapat perlakuan represif oleh oknum aparat kepolisian saat melakukan demonstran didepan Gerbang utama kantor Bupati Halmahera Selatan (Dok. NN)

Labuha, falalamo – Demonstrasi Solidaritas Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP) Cipayung di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) berakhir ricuh pada Selasa (2/9/2025).

Ketua Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wati (KOHATI) Badan Koordinasi (BADKO) HMI Maluku Utara, Aisun Salim, menjadi korban pemukulan aparat kepolisian.

Kericuhan pecah sekitar pukul 11.20 WIT saat massa aksi menyampaikan tuntutan di depan gerbang utama kantor Bupati Halsel.

Situasi memanas ketika demonstran berupaya menerobos barikade polisi untuk menuju kantor DPRD Halmahera Selatan.

Aparat kemudian berusaha membubarkan massa secara paksa.

Dalam insiden tersebut, Aisun Salim diduga mendapat perlakuan represif dari oknum anggota polisi hingga mengalami luka fisik dan trauma psikologis.

Baca Juga  DPRD Halsel Tetapkan Komposisi AKD Periode 2024-2029

Merespons kejadian ini, Ketua Umum BADKO HMI Maluku Utara Akbar Lakoda mengecam keras tindakan represif aparat yang dinilai mencederai demokrasi.

“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang dialami Ketua KOHATI BADKO HMI Malut. Ini pelanggaran serius terhadap hak demokratis warga negara,” tegas Akbar, Senin.

HMI secara kelembagaan menuntut Kapolres Halsel segera dicopot karena dinilai gagal mengendalikan anggotanya.

Mereka juga mendesak pemrosesan oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap perempuan.

Selain menuntut pencopotan Kapolres Halsel, BADKO HMI Malut juga mendesak Kapolda Maluku Utara mengevaluasi kinerja kepolisian setempat dan memberi sanksi tegas kepada aparat yang terlibat.

Tidak berhenti sampai di situ, HMI melontarkan tuntutan yang lebih luas. Di antaranya reformasi UU Polri, pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta pengusutan dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam praktik pertambangan ilegal dan penyelundupan narkoba di Maluku Utara.

Baca Juga  Kapolda Malut Minta Maaf Soal Insiden Demo Halsel, Turunkan Tim Khusus

HMI menegaskan siap menggelar konsolidasi dan aksi lanjutan apabila aspirasi mereka tidak ditindaklanjuti.

“Jika Kapolres Halsel tidak segera dicopot, BADKO HMI Malut akan menginstruksikan seluruh cabang HMI di Maluku Utara untuk turun ke jalan dengan skala yang lebih besar,” ancam Akbar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *