Halut, Falalamo – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Halmahera Utara (Halut) melontarkan kritik tajam terhadap Kapolres Halut terkait dugaan praktik mafia dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.
GMNI menilai Kapolres sengaja menutup mata terhadap kasus yang telah meresahkan masyarakat Halmahera Utara selama bertahun-tahun.
Ketua GMNI Halut, Sony Bidji, menegaskan bahwa praktik mafia BBM subsidi di beberapa wilayah Halut telah menyebabkan kelangkaan dan ketidakmerataan distribusi BBM bagi masyarakat kecil, terutama tukang ojek, bentor, dan sopir angkutan umum.
“Kami sangat menyayangkan sikap Kapolres yang terkesan tidak peduli dengan persoalan ini. Padahal pada Rabu kemarin kami telah melakukan aksi demonstrasi langsung ke Polres Halmahera Utara bersama para sopir angkutan kota yang secara langsung terdampak, tetapi Kapolres tidak mau menemui massa aksi,” ujar Sony melalui keterangan resminya, Kamis (20/3/2025).
Sony menilai yang paling bertanggung jawab terhadap masalah ini adalah pihak kepolisian.
“Menanggapi sikap Kapolres ini, kami menilai beliau sengaja menutup mata terhadap kasus maraknya mafia tap minyak BBM bersubsidi yang sudah bertahun-tahun terjadi di Halut,” ungkapnya.
Dalam advokasi selama seminggu, GMNI mengklaim telah bertemu langsung dengan personel polisi yang ditugaskan berjaga di SPBU.
Berdasarkan wawancara dengan personel tersebut, GMNI menyimpulkan bahwa polisi hanya diperintahkan menjaga arus lalu lintas di wilayah SPBU, bukan membatasi para oknum mafia tap minyak.
“Sampai hari ini mafia tap BBM bersubsidi ini masih berkeliaran di beberapa SPBU, dan tidak ada sikap serius dari pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Halut,” tegasnya.
GMNI Halut mengancam akan menggelar aksi demonstrasi jilid kedua jika tuntutan mereka tidak ditanggapi.
“Kami akan berkonsolidasi dengan seluruh sopir dan memboikot seluruh SPBU di Halut sekaligus mendesak kepolisian agar segera menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Sony.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Halmahera Utara belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait tuduhan GMNI tersebut.
Sebagai organisasi mahasiswa, GMNI Halut menyatakan siap mengawal proses hukum ini agar tidak ada pihak yang kebal hukum dan keadilan bagi masyarakat bisa tercapai. (*)













