BeritaHumanioraMaluku UtaraNasionalPariwisataPemprov

Ikan Purba Ditemukan Hidup di Maluku Utara, Pertama Kalinya Terekam Penyelam

×

Ikan Purba Ditemukan Hidup di Maluku Utara, Pertama Kalinya Terekam Penyelam

Sebarkan artikel ini
penyelam trimix dari tim berhasil mendokumentasikan Coelacanth dewasa hidup di kedalaman 145 meter. (Dok. Blancpain Ocean Commitment)

Falalamo – Kabar gembira datang dari Maluku Utara! Ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) ditemukan hidup di perairan Maluku Utara.

Dilansir dari laman resmi Universitas Pattimura, Penemuan langka ini merupakan hasil ekspedisi ilmiah kolaborasi antara UNSEEN (Underwater Scientific Exploration for Education), Universitas Pattimura, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Udayana, dan Universitas Khairun.

Ekspedisi yang didukung Blancpain Ocean Commitment ini fokus pada penelitian ekosistem terumbu karang mesofotik (kedalaman 30-150 meter) dan habitat Coelacanth di Maluku, yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut yang luar biasa.

Dua penyelam trimix dari tim berhasil mendokumentasikan Coelacanth dewasa hidup di kedalaman 145 meter.

Mereka berhasil mengambil foto dan video in-situ pertama yang diambil langsung oleh penyelam.

Baca Juga  ISNU Tolak Oligarki di Proyek Jalan Trans Kie Raha Maluku Utara

Sebelumnya, dokumentasi serupa hanya dilakukan menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) di Pantai Utara Sulawesi dan oleh kapal selam di bagian barat Papua Nugini.

“Penemuan Coelacanth di Perairan Maluku Utara ini membuktikan tingginya keanekaragaman hayati laut di kawasan ini dan menggarisbawahi pentingnya eksplorasi dan konservasi laut dalam,” ujar Dr. Gino Limmon, dosen Universitas Pattimura, yang turut memimpin proyek ini.

Professor Kerry Sink dari South African National Biodiversity Institute menambahkan, Penemuan ini memperluas pemahaman kita tentang sebaran Coelacanth di Indonesia, dan sangat penting untuk upaya memahami evolusi hewan purba ini dan mendukung upaya konservasinya.

Lokasi detail penemuan dirahasiakan untuk melindungi spesies sensitif ini.

Baca Juga  Ja’fariyah Tetapkan 1 Ramadhan pada Selasa 17 Februari 2026

Para ilmuwan dan pemerintah setempat akan menerapkan kebijakan konservasi yang lebih kuat di wilayah tersebut.

Diketahui, Coelacanth pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1997. Spesies ini diyakini sebagai salah satu vertebrata laut paling penting secara evolusioner.

Meskipun penemuan ini menggembirakan, L. menadoensis berstatus ‘Rentan’ menurut IUCN.

Polusi plastik, praktik penangkapan ikan yang merusak, penggundulan hutan, dan pertambangan menjadi ancaman bagi habitatnya.

Dr. Augy Syahailatua dari BRIN menekankan pentingnya pengembangan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) untuk melindungi habitat Coelacanth.

KKP juga akan mendukung penelitian lebih lanjut mengenai spesies unik ini.

Penemuan ini diharapkan mendorong upaya penegakan lebih banyak KKP di kepulauan Maluku, terutama untuk melindungi fauna laut dalam. (*)

Baca Juga  PLN Bacan Minta Maaf, Listrik Padam Gegara Disambar Petir 4 Kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *