LABUHA, falalamo.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terus menggenjot transformasi digital dalam tata kelola keuangan sektor kesehatan.
BPKAD resmi meluncurkan inovasi SimPel-BOK (Sistem Pelaporan Elektronik Dana BOK dan Kapitasi JKN) untuk memotong rantai birokrasi pelaporan anggaran yang rumit.
Inovasi cerdas ini digagas langsung oleh Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan BPKAD Halmahera Selatan, Dewi Suci Utari.
Terobosan ini lahir sebagai aksi perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026.
Dewi menegaskan bahwa SimPel-BOK hadir secara khusus untuk menyambungkan tiga instansi penting sekaligus, yakni Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan BPKAD ke dalam satu sistem terintegrasi.
“Melalui SimPel-BOK, seluruh proses pelaporan berjalan digital, mulai dari pencatatan transaksi, unggah bukti, verifikasi oleh Dinas Kesehatan, rekonsiliasi di BPKAD, hingga penyusunan laporan konsolidasi. Tujuannya agar proses pelaporan jauh lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel,” tegas Dewi, Rabu (22/7/2026).
Sistem SimPel-BOK tidak main-main dalam memanjakan penggunanya di lapangan.
BPKAD membekali platform ini dengan deretan fitur unggulan modern, antara lain:
- Pelaporan Digital & Laporan Otomatis: Menghasilkan laporan keuangan yang langsung sesuai standar akuntansi baku.
- Dashboard Monitoring Real-Time & Rekonsiliasi Digital: Memudahkan pemantauan pergerakan anggaran secara langsung.
- Arsip Digital & Keamanan Berbasis Hak Akses: Menjamin privasi dan keamanan dokumen keuangan daerah.
- Mode Offline: Solusi jitu agar petugas tetap bisa menginput data meski jaringan internet di daerah terpencil sedang terganggu.
Dewi optimistis inovasi ini mampu mengikis potensi kebocoran anggaran dan meningkatkan efisiensi kerja para tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan Halmahera Selatan.
“Harapan kami SimPel-BOK menjadi sistem pelaporan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dengan begitu, kualitas pengelolaan keuangan kesehatan semakin baik dan pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan pelayanan masyarakat,” tutup Dewi. (*)












