falalamo.com – Pegiat media sosial kenamaan, Jackson Hinkle, membuat geger jagat maya lewat unggahan terbarunya di platform X (21/3/2026).
Jackson merinci daftar panjang yang ia sebut sebagai kegagalan telak Presiden AS Donald Trump dalam menghadapi Republik Islam Iran.
Unggahan ini muncul tak lama setelah Trump mengumumkan rencana untuk “mengakhiri upaya militer besar-besaran” di Timur Tengah.
Jackson menilai langkah mundur ini diambil karena AS telah kehilangan banyak aset strategis akibat perlawanan sengit Iran.
“Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS terekspos sebagai macan kertas,” tulis Jackson dalam poin-poin yang kini viral tersebut.
Dalam daftar tersebut, Jackson menyoroti hancurnya aset-aset mahal militer Amerika yang selama ini dianggap tak terkalahkan.
Salah satu yang paling mencolok adalah konfirmasi jatuhnya jet tempur siluman F-35 untuk pertama kalinya dalam sejarah pertempuran.
Tak hanya itu, Hinkle juga mengklaim kerugian besar lainnya meliputi:
- Aset Maritim: Kapal induk USS Ford dilaporkan terbakar dan bertolak ke Yunani, sementara USS Lincoln disebut melarikan diri sejauh 1.000 KM setelah dihantam serangan.
- Sistem Pertahanan: Radar peringatan dini senilai lebih dari USD 1 miliar di Qatar hancur, diikuti dengan lumpuhnya sistem radar THAAD di kawasan Teluk.
- Markas Komando: Markas Komando Armada ke-5 AS di Bahrain diklaim telah hilang/hancur.
Dampak Ekonomi dan Politik Domestik
Selain kerugian militer, Jackson menunjuk angka-angka ekonomi yang mencekik warga Amerika sebagai dampak langsung perang ini.
Harga minyak dilaporkan menyentuh USD 119 per barel dan harga gas melonjak hingga 26%.
“Angka jajak pendapat Trump mencapai rekor terendah,” tambah Jackson, merujuk pada turunnya elektabilitas sang presiden akibat jatuhnya 13 korban jiwa tentara AS dan lebih dari 240 lainnya luka-luka.
Alih-alih melemah, strategi Trump dinilai justru menyatukan seluruh elemen politik di Iran.
Jackson menyebut program nuklir Teheran tetap kuat, sementara Selat Hormuz kini sepenuhnya berada di bawah kendali Iran.
Di sisi lain, pasukan NATO dilaporkan mulai melakukan penarikan sebagian dari pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut. (*)













