falalamo.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah kehilangan kendali atas perang melawan Iran yang kini memasuki minggu keempat.
Senator dari Partai Demokrat, Chris Murphy, menilai manuver Trump saat ini mencerminkan kepanikan luar biasa di Gedung Putih.
Murphy, yang merupakan anggota terkemuka Komite Hubungan Luar Negeri Senat, melontarkan kritik pedas terhadap pelaksanaan operasi militer gabungan AS-Israel.
Ia menyebut strategi yang dijalankan saat ini justru menjadi bumerang bagi Amerika Serikat.
“Presiden Trump telah kehilangan kendali atas perang melawan Iran dan sekarang sedang panik,” ujar Murphy sebagaimana dilansir Al Jazeera, Ahad (22/3/2026).
Kepanikan Trump disinyalir memuncak setelah Selat Hormuz tak kunjung dibuka oleh Teheran.
Sebagai bentuk gertakan, Trump mengancam akan “menghancurkan” seluruh pembangkit listrik di Iran jika pemerintah negara tersebut tidak segera membuka kembali jalur urat nadi minyak dunia itu.
Namun, ancaman ini dinilai Murphy sebagai langkah emosional yang tidak strategis.
Sebaliknya, ia menjuluki operasi militer ini sebagai “Perang Gila Trump” yang tidak memikirkan dampak jangka panjang bagi warga Amerika.
Bukan tanpa alasan Murphy melontarkan kritik keras tersebut.
Dampak dari perang ini mulai mencekik perekonomian dalam negeri Amerika Serikat.
Kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM) akibat penutupan Selat Hormuz kini menjadi beban berat bagi rakyat AS.
“Operasi militer ini mulai mencekik seluruh perekonomian AS menyusul kenaikan tajam harga bahan bakar,” tegas Murphy. (*)













