Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKabupaten Halmahera SelatanMaluku Utara

Ketua Palimpungang Adat Bacan: Jaga Kearifan Lokal, Wujud Penghormatan pada Leluhur

×

Ketua Palimpungang Adat Bacan: Jaga Kearifan Lokal, Wujud Penghormatan pada Leluhur

Sebarkan artikel ini
Ketua Lembaga Adat Palimpungang, Dano Hi. Sanusi Iskandar Alam (foto. falalamo)

Labuha, Falalamo – Peringatan Milad pertama Palimpungang Ompu Bangsa Nang Ompu Anak-anak Lipu Adat Bacan menjadi momentum bagi Ketua Palimpungang, Dano Hi. Sanusi Iskandar Alam, untuk menegaskan kembali komitmen organisasi dalam melestarikan budaya dan tradisi leluhur.

Dalam sambutannya di acara Milad, Kamis (24/7/2025) malam, Dano Sanusi menekankan bahwa menjaga kearifan lokal adalah keniscayaan sebagai anak cucu Raja-raja Bacan terdahulu.

“Lembaga ini mengemban tugas dan tanggung jawab moral berbasis pada penggalian, pengkajian, pengembangan, pengelolaan, dan pelestarian kebudayaan,” ujar Sanusi.

Ia menjelaskan bahwa Palimpungang, yang resmi diluncurkan setahun lalu, lahir dari kesadaran bersama untuk mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan.

Sanusi menyoroti pentingnya program organisasi yang bertujuan mempertahankan keaslian budaya dan tradisi.

Baca Juga  Dua Bocah di Ternate Hanyut Terseret Arus Selokan saat Hujan Deras

Menurutnya, hal ini merupakan wujud penghormatan terhadap karya dan karsa leluhur yang tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat adat Bacan, yang hingga kini masih lestari dengan empat klan utamanya: Tunggulawang, Kamarullah, Trafannur, dan Iskandar Alam.

“Meskipun perjalanan lembaga kebudayaan ini merangkak di atas onak dan duri, kami menyadari bahwa semua itu merupakan suatu proses menuju cita-cita kemaslahatan,” kata Sanusi.

Ia berharap kehadiran Palimpungang dapat memicu kesadaran berbudaya di tengah masyarakat yang pluralis, demi konsistensi melestarikan nilai-nilai budaya tradisi dalam bingkai persatuan dan kesatuan Bhinneka Tunggal Ika.

Lebih lanjut, dirinya juga menyinggung potensi ekonomi dari pelestarian budaya.

Ia meyakini, jika kearifan lokal dalam tradisi dan kebudayaan masing-masing etnis di Halmahera Selatan dapat dikolaborasikan dan dikelola dengan baik dalam sektor wisata budaya, maka hal itu akan mendatangkan pendapatan daerah, khususnya di sektor kepariwisataan.

Baca Juga  Perda Berpidana Harus Direvisi Sebelum 2 Januari 2026, Ini Alasannya

Mengakhiri sambutannya, Sanusi mengutip wasiat leluhur: “Genggamlah pesan dan amanah. Ingat dan jaga haluanmu dengan lurus dan benar dalam menetapkan suatu keputusan. Janganlah kau rayu surgamu di sana, rayulah surgamu yang ada di sini.”

Pesan ini menjadi penutup yang mendalam, mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan nilai-nilai adat dalam kehidupan bermasyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *