Ternate, falalamo – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggelar Pertemuan Regional Majelis Nasional dengan tema “Konsolidasi KAHMI Untuk Indonesia” di Gamalama Ballroom Bela Hotel, Ternate, Sabtu (23/8/2025).
Acara ini dihadiri delegasi dari Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Maluku Utara, Kadri La Etje, hadir mewakili Gubernur Malut dalam pertemuan tersebut.
Turut hadir Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Penjabat Gubernur Papua, Wakil Gubernur Papua Barat, serta para pejabat dan tokoh KAHMI lainnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Dr. Rifqinizami Karsayuda yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR RI.
Dalam arahannya, Rifqinizami menegaskan bahwa konsolidasi regional dimulai dari Indonesia Timur bukan tanpa alasan.
“Majelis nasional bukan tanpa sengaja memilih permulaan konsolidasi regional dari timur. Kita ingin pembangunan itu dimulai dari timur Indonesia sebagaimana matahari yang tak pernah mungkin terbit dari barat kecuali kiamat akan datang,” ujar Rifqinizami.
Rifqinizami mengakui selama ini kekuatan KAHMI di Indonesia Timur kurang mendapat perhatian dari Jakarta, padahal prestasi kader alumni KAHMI dari kawasan timur sangat luar biasa di berbagai bidang.
KAHMI Sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Dalam sambutan yang dibacakan Kadri La Etje, Gubernur Malut menekankan peran strategis KAHMI sebagai mitra pemerintah.
Sejak berdiri pada 17 September 1966 di Jakarta, KAHMI telah melahirkan tokoh-tokoh nasional yang mewarnai sejarah Indonesia.
“Sebagai wadah para alumni HMI, KAHMI telah menjadi ladang sumber daya manusia yang banyak berkiprah di berbagai bidang, baik pemerintahan, partai politik, akademisi, pengusaha, dan lain sebagainya,” kata Kadri membacakan sambutan gubernur.
Gubernur Malut berharap forum ini tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga momentum penguatan konsolidasi melalui sinergi ide dan gagasan.
KAHMI diharapkan dapat menjadi lokomotif penggerak percepatan pembangunan Indonesia Timur yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.
Inventarisasi Kekuatan Internal
Rifqinizami menjelaskan, pertemuan regional ini memiliki dua tujuan utama.
Pertama, menginventarisasi kekuatan internal dengan mendengarkan aspirasi dari majelis wilayah dan majelis daerah.
Menurutnya, KAHMI memiliki keunggulan di dua bidang menonjol.
Pertama di bidang intelektual, terbukti dari banyaknya kampus yang diisi doktor dan guru besar berlatar belakang KAHMI.
Kedua di bidang politik, meski belakangan persentasenya agak menurun.
“KAHMI harus mampu menjawab kebutuhan publik dengan baik. Kalau pemilih membutuhkan pemimpin yang setiap hari setiap saat kerjanya bisa dilihat melalui media sosial, maka politisi KAHMI harus menjadi jagoan politisi yang paling jago di media sosial,” tegasnya.
Rifqinizami berharap pertemuan regional ini menjadi tempat introspeksi sekaligus mencari solusi bagaimana KAHMI bisa bangkit dan mengoptimalkan perannya dalam pembangunan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur. (*)












