Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaHukrimKabupaten Halmahera UtaraPeristiwaPolisi

Perempuan Asal Weda Utara Ditemukan Tewas Gantung Diri

×

Perempuan Asal Weda Utara Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Halut, Falalamo – Seorang perempuan berinisial RD (23), warga Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di kamar rumah temannya di Desa Kaliupa, Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (10/4/2025).

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Faidil Zikri melalui Kasat Reskrim IPTU Sofyan Torid menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 09.40 WIT.

Example 325x300

Tim Inafis bersama piket Reskrim langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP setelah menerima laporan.

“Korban ditemukan tergantung di bawah jendela kamar menggunakan tali rafia warna kuning. Saat ditemukan, kondisi kaki korban menekuk, lidah menjulur, dan mengeluarkan air liur,” ujar IPTU Sofyan, Kamis (10/4/2025).

Baca Juga  Tanah Rp2,5 M Dijual Tanpa Izin, Ahli Waris Laporkan Kades Babang ke Polisi

Menurut keterangan polisi, korban datang ke Tobelo pada Selasa (8/4) untuk memeriksakan kandungan ke dokter, karena setelah lima tahun menikah, korban belum dikaruniai anak.

Usai pemeriksaan, korban menghadiri acara pernikahan keluarganya di Desa Gosoma, lalu menginap di rumah temannya di Kaliupa karena merasa kurang sehat.

Pada hari kejadian, korban sempat diajak sarapan oleh pemilik rumah sebelum berencana kembali ke Weda.

Setelah makan, korban meminta tali kepada temannya dengan alasan hendak mengikat barang.

Tak lama setelah masuk kamar, pemilik rumah mendapat kabar dari keluarga korban via telepon bahwa RD telah ditemukan tergantung.

“Dari hasil olah TKP, korban diketahui sedang melakukan video call dengan keluarganya di Weda saat kejadian berlangsung,” kata IPTU Sofyan.

Baca Juga  Warga Ternate Digegerkan Penemuan Mayat Pria di Kamar Kos

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban di Fritu, dan jenazah korban direncanakan dikembalikan ke kampung halaman.

Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *