ekonomiKabupaten Halmahera SelatanMaluku UtaraTambang

Gandeng FEB Unkhair dan Pemdes Marabose, PT Wanatiara Persada Perkuat Manajemen Keuangan Petani Halsel

×

Gandeng FEB Unkhair dan Pemdes Marabose, PT Wanatiara Persada Perkuat Manajemen Keuangan Petani Halsel

Sebarkan artikel ini
Kepala perwakilan PT Wanatiara Persada, Husni Abusama (kanan) saat memberi sambutan pada kegiatan kolaborasi bersama FEB Unkhair Ternate dan Pemdes Marabose (Dok. falalamo.com)

LABUHA, falalamo.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (FEB Unkhair) Ternate menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Marabose, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan ini berkolaborasi dengan PT Wanatiara Persada dan PT Rimba Kurnia Alam (RKA) untuk memperkuat tata kelola serta manajemen keuangan petani lokal.

Berpusat di Kantor Desa Marabose, kegiatan yang berlangsung dinamis selama hampir enam jam ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Marabose, Wusta SY Soleman, pada pukul 10.00 WIT.

Selain dihadiri oleh akademisi dan pihak korporasi, sekitar 30 anggota Kelompok Tani Saruma Lestari turut hadir menjadi peserta aktif.

Ketua Tim Pelaksana PkM FEB Unkhair, Dr. Suriana Ar. Mahdi, SE., M.SA., Ak., CA., memboyong dua pemateri andal untuk membedah strategi pascapanen, manajemen usaha, hingga tata kelola keuangan kelompok.

Baca Juga  Tanpa Syarat! Ratusan Warga Desa Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis dari PT WP dan PT RKA

Kepala Desa Marabose, Wusta SY Soleman, dalam sambutannya mengapresiasi penuh kehadiran para akademisi terkemuka tersebut.

Ia mengimbau warganya untuk memanfaatkan momen langka ini sebagai bekal berharga.

“Ini adalah peluang emas untuk menimba ilmu langsung dari pakar akademisi Unkhair. Kehadiran bapak dan ibu di sini harus menjadi bekal yang dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku pertanian di desa kita,” ujar Wusta.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Wanatiara Persada Labuha sekaligus Koordinator CSR PT Rimba Kurnia Alam, M. Husni Abusama, menjelaskan Lewat program PPM terintegrasi, pihaknya berkomitmen memajukan sektor pertanian di Pulau Bacan.

Husni, yang juga bertindak sebagai pembina, membeberkan kisah sukses petani binaan PT Wanatiara Persada di Pulau Obi yang kini telah mandiri secara finansial.

“Di Obi, petani binaan kami sudah berhasil meraup omset hingga ratusan juta rupiah per bulan, bahkan mampu menyuplai kebutuhan pangan logistik perusahaan. Kami ingin kesuksesan yang sama terjadi di Bacan melalui transfer ilmu dan kolaborasi antarpetani,” ungkap Husni.

Baca Juga  Dongkrak Layanan Kesehatan di Obi, PT Wanatiara Persada Pasok Reagen Hematologi ke RSU

Ia menambahkan, saat ini terdapat dua kelompok binaan utama di Bacan, yakni Kelompok Tani Saruma Lestari dan Tunas Sibela, yang fokus pada komoditas cabai keriting dan tomat.

Pihak perusahaan juga membuka peluang pengiriman para pelaku sektor pertanian, perikanan, dan peternakan lokal untuk mengikuti pelatihan intensif di luar daerah.

Materi manajemen keuangan pascapanen yang disajikan tim FEB Unkhair memicu diskusi interaktif yang hidup.

kelompok Tani Saruma Lestari bersama pihak Unkhair Ternate, perwakilan perusahaan dan pemerintah desa dalam momen penyerahan bantuan (Dok. falalamo.com)

Ketua Kelompok Tani Saruma Lestari, Lutfi, mengakui pelatihan ini membuka mata para petani lokal mengenai pentingnya manajemen distribusi pasar.

“Kami sangat bersyukur. Selama ini ada paradigma yang keliru di kalangan petani lokal. Tanpa manajemen yang baik, waktu panen seringkali bersamaan, sehingga produk banjir di pasar dan membuat harga anjlok. Pelatihan ini memberi kami arah baru,” kata Lutfi.

Baca Juga  PT Wanatiara Persada Bagikan 13 Ekor Sapi Kurban ke Desa Lingkar Tambang

Pria asal Amasing tersebut saat ini memimpin anggotanya mengelola lahan terbuka seluas 3 hektar serta fasilitas green house untuk budidaya cabai keriting, tomat, dan sawi.

Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan produksi pertanian dari FEB Unkhair kepada Kelompok Tani Saruma Lestari.

Bantuan yang diserahkan meliputi pipa PVC, elbow T, keran air, rol plastik mulsa sepanjang 1000 meter, selang drip, selang piping serta berbagai macam pupuk dan sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai tanda dimulainya sinergi berkelanjutan antara akademisi, korporasi, pemerintah desa, dan petani. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *